BERITA TERKINI
Pejabat Asia-Pasifik dan Barat Bahas Keterkaitan Keamanan Eropa–Indo-Pasifik di Konferensi Keamanan Munich

Pejabat Asia-Pasifik dan Barat Bahas Keterkaitan Keamanan Eropa–Indo-Pasifik di Konferensi Keamanan Munich

Para pejabat dari kawasan Asia-Pasifik dan negara-negara Barat membahas tantangan keamanan bersama yang dinilai menghubungkan Eropa dan Indo-Pasifik dalam Konferensi Keamanan Munich, Sabtu (14/2). Sejumlah menteri menyoroti meningkatnya ketidakpastian global, ancaman lintas wilayah, hingga pentingnya kerja sama dan pencegahan konflik.

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menyampaikan tiga isu utama, yakni meningkatnya gejolak dalam tatanan internasional, urgensi keterkaitan keamanan Euro-Atlantik dan Indo-Pasifik, serta pentingnya kerja sama sebagai dasar aliansi Jepang–Amerika Serikat dan tanggung jawab Tokyo untuk mencegah serta menangkal agresi. Ia menyatakan Jepang akan berkontribusi pada stabilitas dan perdamaian masyarakat internasional.

Motegi juga menyampaikan keprihatinan Tokyo terkait apa yang ia sebut sebagai kemajuan kerja sama antara China, Rusia, dan Korea Utara serta dampaknya terhadap keamanan regional. Ia mengatakan Jepang akan terus memantau situasi tersebut dengan cermat.

Dari Eropa, Menteri Luar Negeri Belanda David van Weel menyoroti kesamaan tantangan antara Eropa dan Indo-Pasifik di berbagai bidang, termasuk pertahanan dan ekonomi. Ia menyinggung ancaman di ruang siber dan ancaman hibrida, serta menyatakan bahwa berbagai pihak berada di arena yang sama dan menghadapi musuh yang sama dalam konteks tersebut.

Van Weel juga menekankan aspek ekonomi, seperti ketergantungan dan kebutuhan diversifikasi, serta langkah-langkah pengendalian ekspor yang dihadapi. Menurutnya, dunia saat ini berada dalam kondisi yang bergejolak sehingga membutuhkan kemitraan.

Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengatakan hubungan global semakin berpusat pada kekuasaan dan menekankan pentingnya pembagian beban. Ia menambahkan bahwa Canberra ingin menjadi sekutu yang lebih baik bagi Washington.

Marles menyoroti apa yang ia sebut sebagai peningkatan militer konvensional terbesar sejak akhir Perang Dunia Kedua yang dilakukan oleh China, namun tanpa jaminan strategis. Ia menyatakan Australia ingin bekerja sama dengan Amerika Serikat dan mitra lain seperti Jepang untuk memperkuat pencegahan di Indo-Pasifik demi menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran, serta mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Menteri Pertahanan Selandia Baru Judith Collins menggambarkan dunia sebagai tempat yang sangat berbahaya saat ini dan mendorong peningkatan kesadaran kolektif. Ia mengatakan dunia tidak bisa terus berjalan seperti sebelumnya tanpa perbaikan yang signifikan, seraya mengingatkan bahwa perkembangan di satu pihak akan memengaruhi pihak lain.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat untuk Kebijakan Elbridge Colby menekankan perlunya memandang urusan global sebagai sesuatu yang saling terkait. Ia menilai dialog harus terus dijaga, termasuk ketika terjadi krisis atau konflik di satu atau lebih wilayah, karena berdialog lebih baik daripada berperang.