BERITA TERKINI
Museum NTB Terima Undangan Resmi dari Australia untuk Peluncuran Buku Wastra Lombok-Bali

Museum NTB Terima Undangan Resmi dari Australia untuk Peluncuran Buku Wastra Lombok-Bali

Mataram — Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima undangan resmi dari Australia sebagai hasil dari diplomasi budaya yang selama ini dibangun. Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan undangan tersebut dikirim oleh Art and Gallery South of Australia (AGSA) kepada Gubernur NTB untuk menjadi pembicara dalam peluncuran buku tentang wastra Lombok-Bali.

Menurut Nuralam, peluncuran buku berjudul Two Islands, One Thread: Textiles of Lombok & Bali dijadwalkan berlangsung di Kota Adelaide, Australia, pada Juni mendatang. Kegiatan itu akan dirangkaikan dengan pameran bersama antara AGSA dan Museum NTB yang mengangkat kain tradisional khas Lombok dan Bali.

Nuralam menilai undangan dan agenda kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa diplomasi budaya serta kerja sama internasional yang digagas Pemerintah Provinsi NTB mendapat sambutan dari kalangan internasional. Ia juga menyebut Museum NTB berperan aktif menginisiasi kerja sama kebudayaan internasional yang menempatkan wastra Lombok sebagai bagian penting dalam narasi tekstil Asia Tenggara di tingkat global.

Ia menambahkan, pelaksanaan pameran bersama dan peluncuran buku dinilai memberikan keuntungan bagi Nusa Tenggara Barat, terutama dalam memperkuat perhatian terhadap wastra khas Lombok. “Diplomasi kebudayaan yang kami lakukan memberikan efek yang sangat baik bagi promosi kebudayaan NTB,” kata Nuralam.

Buku setebal sekitar 500 halaman itu disponsori oleh kolektor Australia, Michael Abbott. Isinya memuat kajian mendalam mengenai corak, warna, benang, serta bahan yang digunakan masyarakat Lombok dalam menenun wastra, termasuk songket dan limpot umbaq.

Sejumlah penulis lokal asal Lombok turut terlibat dalam penulisan buku tersebut, yakni Khaerul Anwar, Bunyamin, Salsabila Luqyana, dan Ahmad Sugeng. Pamong Budaya Ahli Pertama Museum NTB, Salsabila Luqyana, menilai keterlibatan penulis dan kurator lokal menjadi bagian penting dalam upaya pendokumentasian serta perawatan sejarah kebudayaan Lombok secara akademik.

“Buku itu berperan penting dalam memperkaya historiografi Lombok. Bagi saya, ini bukan sekadar keterlibatan dalam sebuah publikasi, tetapi juga bentuk tanggung jawab untuk mendokumentasikan serta merawat sejarah daerah,” ujar Salsabila.