BERITA TERKINI
Meredanya Tensi Dagang AS-China Tekan Harga Emas, Pasar Menanti Sikap Bank Sentral

Meredanya Tensi Dagang AS-China Tekan Harga Emas, Pasar Menanti Sikap Bank Sentral

JAKARTA – Harga emas di pasar spot melanjutkan pelemahan sejak akhir pekan lalu. Pada pukul 08.43 WIB, emas spot tercatat di level US$4.085 per troi ons, turun 0,66% dibandingkan penutupan Jumat (24/10).

Tekanan terhadap harga emas berlanjut setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-AS di Malaysia pada Minggu (26/10), yang kemudian diikuti pertemuan antara negosiator perdagangan AS dan China.

Analis pasar senior Capital.com, Ryle Rodda, menilai lonjakan harga emas yang sempat terjadi selama sembilan pekan dipicu ketegangan dagang antara AS dan China. Namun memasuki pekan ke-10, reli tersebut berakhir, dengan harga emas mencatat penurunan 3,28% pada pekan lalu.

“Saat ini kita kembali pada seberapa kuat aspek fundamental emas bisa menopang harga dan pasar bersikap lebih masuk akal,” ujar Rodda, dikutip Bloomberg.

Selain faktor geopolitik, pasar juga memasuki periode padat agenda bank sentral yang akan menyampaikan sikap terbaru mengenai suku bunga acuan. Sejumlah bank sentral yang menjadi perhatian antara lain Federal Reserve (The Fed), European Central Bank (ECB), dan Bank of Japan (BoJ).

Di pasar berjangka, harga emas dibuka melemah 0,85% ke level US$4.102,5 per troi ons. Meski turun, harga emas berjangka masih diperdagangkan lebih tinggi dibandingkan harga di pasar spot.

Di tengah meredanya ketegangan AS-China, harga tembaga kembali mendekati rekor tertingginya di US$11.065,50 per ton berdasarkan data London Metal Exchange (LME).

Sementara itu, minyak mentah WTI menguat 0,21% ke US$61,63 per barel. Minyak brent turun 0,56% ke US$65,32 per barel, sedangkan harga nikel terkoreksi 0,03% ke US$15.221,79 per ton.