Menteri Haji dan Umroh KH Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan Yusuf mewajibkan seluruh Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) mengikuti pembekalan semi militer sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan haji 2026. Kebijakan ini berlaku untuk semua petugas, baik yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN.
Menurut Gus Irfan, pembekalan semi militer atau ala retreat tersebut dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Ia menegaskan tidak ada perbedaan perlakuan berdasarkan status kepegawaian, termasuk bagi ASN di luar Kementerian Haji.
“Yang kita training semi-militer itu sebagian juga ada ASN. Kalau ASN non-Kementerian Haji bagaimana? Sama. Semua sama, harus cuti semua. Tidak ada perbedaan,” ujar Gus Irfan saat berada di Ponpes Aqobah Internasional School (AIS), Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 24 Januari 2026.
Ia menekankan pembekalan tersebut bersifat wajib dan mencakup seluruh petugas haji. Gus Irfan juga menyampaikan proses rekrutmen dan penyiapan petugas haji, termasuk petugas yang berasal dari daerah, telah selesai dilakukan melalui tahapan seleksi dan tes.
“Kemarin petugas dari daerah juga sudah ada tes. Nanti setelah lulus, kita siapkan juga persiapannya,” katanya.
Gus Irfan kembali menegaskan status ASN maupun non-ASN tidak menjadi pembeda dalam penugasan. “Petugas haji itu ada yang ASN dan ada yang non-ASN. Sama semuanya,” ujarnya.
Ia menyatakan secara umum seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana. “Insya Allah semuanya sudah berjalan on the track,” tambahnya.
Dalam kunjungannya di Jombang, Gus Irfan juga meresmikan dua lembaga pendidikan baru di bawah naungan Pesantren Aqobah. Pertama, Aqobah Institute of Business and Islamic Studies (AIBIS), perguruan tinggi yang berfokus pada kajian keislaman dan pengembangan kewirausahaan. Kedua, Aqobah Islamic Montessori (AIM) yang menaungi jenjang taman kanak-kanak dan sekolah dasar sebagai lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren dengan pendekatan montessori.

