BERITA TERKINI
Menkeu Purbaya: Ekonomi Indonesia Masih Ekspansi, Klaim Menuju Krisis 1998 Tidak Tepat

Menkeu Purbaya: Ekonomi Indonesia Masih Ekspansi, Klaim Menuju Krisis 1998 Tidak Tepat

JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah narasi yang menyebut Indonesia tengah menuju krisis ekonomi seperti 1998. Ia menegaskan kondisi ekonomi nasional saat ini masih berada dalam fase ekspansi, bukan resesi.

“Perlu dipahami, resesi itu berarti pertumbuhan ekonomi negatif. Saat ini kita masih berada dalam fase ekspansi. Jadi, narasi bahwa Indonesia menuju krisis seperti 1998 tidak tepat,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons spekulasi yang berkembang di pasar di tengah pelemahan ekonomi global. Menurut Purbaya, data menunjukkan kinerja ekonomi Indonesia masih solid.

Hingga triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,61 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2025 sebesar 5,39 persen, sekaligus menunjukkan tren penguatan di tengah tekanan global.

“Banyak yang sebelumnya memprediksi ekonomi akan melemah, bahkan resesi, tetapi faktanya justru meningkat,” ujarnya.

Purbaya juga memaparkan sejumlah indikator yang dinilai menggambarkan stabilitas ekonomi. Surplus neraca perdagangan masih terjaga di kisaran 3,32 miliar dolar AS, dengan ekspor mencapai 66,48 miliar dolar AS dan impor 61,30 miliar dolar AS pada periode Januari–Maret 2026.

Dari sisi likuiditas, pertumbuhan kredit tercatat 9,5 persen, sementara dana pihak ketiga tumbuh 13,6 persen. Uang beredar juga meningkat sekitar 18 persen, yang disebutnya menunjukkan suplai likuiditas cukup untuk menopang aktivitas ekonomi.

Di sisi harga, inflasi hingga April 2026 berada di sekitar 2,4 persen, masih dalam rentang target pemerintah sebesar 2 ±1 persen. Purbaya menilai narasi mengenai hiperinflasi tidak berdasar karena kenaikan harga masih terkendali.

“Narasi mengenai hiperinflasi jelas tidak berdasar. Kenaikan harga masih terkendali dan tidak menggerus daya beli secara signifikan,” kata dia.

Ia turut meluruskan isu terkait likuiditas pemerintah. Purbaya memastikan kondisi kas negara tetap aman dan dikelola secara aktif.

“Terkait isu likuiditas, perlu saya klarifikasi bahwa kondisi kas pemerintah masih aman. Dana pemerintah tetap tersedia di sistem perbankan dan tidak hilang,” ujarnya.

Menurut Purbaya, pengelolaan kas kini dilakukan lebih modern dengan pemantauan harian, serupa sistem treasury di perusahaan.