Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves mengkritik pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump terkait penanganan perang di Iran. Reeves juga menyoroti dampak ekonomi yang dapat ditimbulkan oleh konflik tersebut.
Reeves menyerukan deeskalasi segera. Ia memperingatkan meningkatnya risiko terhadap stabilitas ekonomi global, terutama jika penutupan Selat Hormuz terjadi.
Dalam pernyataannya, Reeves menilai tujuan perang di Iran tidak jelas dan terus berubah. Ia menyebut tujuan Amerika Serikat tampak bergeser, mulai dari penggantian rezim, melindungi sekutu di kawasan, hingga menghentikan program nuklir Teheran.