Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fundamental perekonomian Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik. Di tengah eskalasi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat mencapai 5,61 persen.
Menurut Purbaya, capaian tersebut sekaligus mematahkan berbagai spekulasi negatif yang beredar di ruang publik, termasuk rumor yang menyamakan kondisi ekonomi saat ini dengan krisis moneter 1998.
“Dulu kita tumbuh 5,39 persen, sekarang 5,61 persen. Jadi sangat jelas kita sudah bisa terlepas dari pertumbuhan lima persen. Ekonomi sedang bergerak ke arah yang lebih cepat,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia mengkritik pihak-pihak yang dinilai kerap menyebarkan narasi ketakutan tanpa didukung data yang valid. Purbaya menegaskan Indonesia tidak berada di ambang resesi maupun krisis. Ia menyebut perekonomian nasional saat ini masih berada dalam fase ekspansi dan akselerasi.
Purbaya juga merespons narasi pesimistis yang beredar di media sosial dengan menegaskan Indonesia masih jauh dari resesi. Meski demikian, ia mengakui adanya tantangan dari kondisi global, terutama terkait harga energi yang dipengaruhi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Untuk memitigasi dampaknya, Purbaya mengatakan pemerintah tengah menyiapkan serangkaian insentif jangka pendek guna menjaga daya beli domestik sekaligus meningkatkan daya saing ekspor.
“Yang jangka pendek, ada beberapa inisiatif (kebijakan) yang nanti akan dikeluarkan Kementerian Keuangan dan kementerian lainnya,” ujarnya.