WASHINGTON — Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan pemerintah AS membuka semua opsi dalam pendekatannya terhadap Iran, sembari mendorong Teheran untuk bernegosiasi demi mencapai kesepakatan.
Berbicara kepada wartawan saat kunjungan ke Colorado pada Senin (23/2), Hegseth menegaskan kembali bahwa Presiden Donald Trump lebih mengutamakan solusi diplomatik. Namun, ia menambahkan bahwa militer AS telah menyiapkan rencana darurat jika Iran menolak mencapai kesepakatan.
“Iran harus membuat kesepakatan. Iran memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan. Itulah hasil yang lebih diinginkan presiden,” kata Hegseth.
Hegseth juga menyebut tugas kementeriannya adalah menyediakan berbagai opsi bagi presiden, termasuk langkah-langkah jika Iran memutuskan menolak kesepakatan. Ketika ditanya apakah serangan militer masih dipertimbangkan, ia menjawab bahwa “semuanya masih menjadi opsi.”
“Itu keputusan presiden. Kami di sini untuk membantu memastikan kesepakatan tercapai. Dan saya pikir Iran akan bijak jika membuat kesepakatan yang baik,” ujarnya.
Masih pada Senin, Trump menolak laporan media yang menyebut Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine telah menyarankan presiden dan pejabat tinggi lainnya bahwa tindakan militer terhadap Iran dapat membawa risiko besar dan menyeret AS ke dalam konflik berkepanjangan di kawasan.
“Banyak cerita dari media berita palsu yang beredar menyatakan bahwa Jenderal Daniel Caine, yang kadang disebut Razin, menentang kita untuk pergi berperang dengan Iran. Cerita tersebut tidak menyebutkan sumber yang memiliki pengetahuan yang begitu besar itu, dan itu 100 persen tidak benar,” tulis Trump di platform Truth Social.
Trump menegaskan keputusan terkait tindakan militer pada akhirnya berada di tangannya. Ia juga menyatakan lebih memilih tercapainya kesepakatan, namun memperingatkan konsekuensi jika perundingan gagal.
“Saya yang membuat keputusan, saya lebih memilih ada kesepakatan daripada tidak, tetapi jika kita tidak mencapai kesepakatan, itu akan menjadi hari yang sangat buruk bagi negara itu dan, sangat disayangkan, bagi rakyatnya, karena mereka hebat dan luar biasa, dan hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi pada mereka,” kata Trump.
Sementara itu, delegasi Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan bertemu kembali di Jenewa, Swiss, pada Kamis untuk melanjutkan pembahasan mengenai potensi kesepakatan nuklir. Pertemuan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan regional dan spekulasi sejumlah pihak mengenai kemungkinan perang dalam waktu dekat.

