Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengirimkan surat ucapan selamat kepada Mojtaba Khamenei atas terpilihnya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Surat tersebut menjadi komunikasi kedua Megawati kepada Iran dalam situasi pergantian kepemimpinan di negara itu.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasi atas perhatian Megawati. Ia menyoroti respons cepat Megawati saat Iran kehilangan pemimpin sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang disebut meninggal akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta, Senin (16/3/2026). Menurut Hasto, Boroujerdi menilai Megawati kerap menjadi pihak pertama yang menunjukkan perhatian dan menggambarkan Megawati sebagai pemimpin yang mencintai perdamaian serta konsisten memperjuangkan nilai kemanusiaan dan keadilan global.
Dalam kunjungan Dubes Iran beberapa hari sebelumnya, Megawati menyerahkan surat terbaru yang ditujukan kepada Mojtaba Khamenei. Ia juga mengenang komunikasi diplomatik yang telah dilakukan sebelumnya.
“Ini adalah surat kedua saya. Saya merasa gembira karena kini Iran telah memiliki pemimpin kembali,” kata Megawati.
Dalam surat tertanggal 9 Maret 2026, Megawati menilai terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai momentum penting untuk menyatukan kepemimpinan Iran di tengah masa sulit. Ia menekankan bahwa pemilihan tersebut mencerminkan kepemimpinan, kecakapan, kedalaman ilmu, serta keteguhan Mojtaba Khamenei dalam menyatukan kepemimpinan Iran.
Megawati juga menegaskan kembali pandangan geopolitik Bung Karno terkait kemandirian bangsa dan perlawanan terhadap imperialisme, yang menurutnya relevan bagi Iran. Ia menyebut rekam jejak peradaban Iran yang panjang turut membentuk semangat juang di tengah tekanan sanksi ekonomi global.
Dalam surat itu, Megawati menyatakan bangsa Iran mampu hadir sebagai bangsa yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, yang ia kaitkan dengan konsep Trisakti Bung Karno.
Megawati juga menyampaikan keyakinannya bahwa Mojtaba Khamenei dapat meneruskan jejak para pemimpin revolusi pendahulunya dalam menjunjung martabat bangsa serta menolak tunduk pada kekuatan neo-imperialisme. Ia menilai pandangan tersebut sejalan dengan pemikiran Bung Karno dalam menegakkan keadilan global.
Mengakhiri suratnya, Megawati menyampaikan doa agar Iran di bawah kepemimpinan baru dapat segera bangkit dari krisis. Ia mendoakan agar Mojtaba Khamenei memperoleh kekuatan dan kebijaksanaan untuk menuntun Iran menuju kemajuan yang berkeadilan, bermartabat, serta turut membangun dunia yang lebih damai.

