BERITA TERKINI
Malaysia Kecam Serangan terhadap Iran, PM Anwar Ibrahim Serukan Penguatan Diplomasi Kawasan

Malaysia Kecam Serangan terhadap Iran, PM Anwar Ibrahim Serukan Penguatan Diplomasi Kawasan

KUALA LUMPUR — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam serangan terhadap Iran dan menyebutnya sebagai perang yang dipaksakan kepada negara berdaulat. Ia menilai serangan tersebut didorong oleh ambisi hegemoni Israel di Asia Barat dan didukung oleh Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan Anwar dalam sambutannya pada Forum Ilmuwan Malaysia Madani di Putrajaya, Senin. Menurut Anwar, serangan di Iran dilakukan secara terarah terhadap para pemimpin spiritual, politik, dan militer dengan presisi tinggi. Ia juga menyebut serangan rudal turut menewaskan anak-anak sekolah yang sedang belajar.

Anwar mengatakan jumlah korban tewas terus bertambah, tidak hanya di Iran, tetapi juga di wilayah lain seperti Gaza dan Lebanon. Ia menyinggung kota-kota yang kaya warisan sejarah disebutnya dibom tanpa pandang bulu.

Ia menilai perang terhadap Iran tidak dapat diukur sepenuhnya melalui angka-angka, karena kematian dan kehancuran yang terjadi merupakan manifestasi dari realitas geopolitik yang lebih dalam. Dalam pandangannya, terdapat upaya untuk memusnahkan, mendominasi, dan menaklukkan dengan berbagai cara.

Anwar juga menegaskan dampak perang meluas ke seluruh dunia, termasuk Malaysia, sebagai konsekuensi geopolitik dan geoekonomi yang luas. Dalam konteks itu, ia menyatakan pemerintah Malaysia, dengan dukungan sikap parlemen, telah mengambil posisi mengutuk agresi Israel dan Amerika Serikat sebagai pelaku agresi terhadap Republik Islam Iran.

Di saat yang sama, Malaysia menyerukan penghentian eskalasi serta peningkatan upaya diplomatik di seluruh kawasan. Anwar menambahkan, jika hukum internasional ingin mempertahankan kredibilitasnya, maka penerapannya harus berlaku sama untuk semua pihak.