Mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan) mengikuti program pertukaran pelajar di Rabdan Academy, Uni Emirat Arab (UEA), sebagai bagian dari kerja sama pendidikan pertahanan antara Indonesia dan UEA. Program ini berlangsung selama satu semester di Faculty of Homeland Security dan ditujukan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertahanan di tingkat global.
Sersan Mayor Dua Kadet Matematika, Alif Shahnur, mengaku bersemangat mengikuti program tersebut dan berkomitmen membawa pulang ilmu serta wawasan global untuk memperkuat sistem pertahanan Indonesia. Ia menyebut program Rabdan Academy merupakan hasil kerja sama internasional yang investasinya di bidang pendidikan pertahanan ditanam saat Presiden RI Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada 2022.
“Rabdan Academy, program ini pencetusnya adalah Bapak Presiden sendiri,” ujar Alif, Rabu (25/2).
Alif menuturkan, pengalaman menempuh pendidikan di luar negeri menghadirkan tantangan sekaligus pelajaran berkesan, terutama terkait perbedaan budaya. “Tantangan yang paling sering kami hadapi selama di luar negeri mungkin bagaimana menghadapi perbedaan kultur,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menilai pengalaman akademik selama program justru memperkaya sudut pandangnya, termasuk dalam bidang manajemen bencana. “Banyak dari perspektif dosen-dosen di sini yang luar biasa, memperluas perspektif saya sendiri. Mungkin ini yang akan saya bawa ke Indonesia nanti,” lanjut Alif.
Peserta lain, Sersan Mayor Dua Kadet Teknik Mesin Karina Alexandria Silaban, menyoroti pentingnya penguasaan ilmu keamanan dan pertahanan sebagai bekal untuk mengabdi kepada negara. Ia mengatakan berbagai perspektif dan pertukaran gagasan yang diperoleh selama program, termasuk terkait keamanan perbatasan, akan diterapkan secara nyata.
“Segala perspektif dan pertukaran pikiran antara dosen dan apa yang terjadi di Indonesia itu menjadi ilmu yang akan saya terapkan, terutama dalam hal keamanan di perbatasan,” kata Karina.
Program pertukaran pelajar ini dinilai sejalan dengan visi Presiden Prabowo dalam memperkuat pertahanan nasional melalui pembangunan kualitas manusia. Dalam kepemimpinannya, penguatan sektor pertahanan disebut tidak hanya menitikberatkan pada modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga investasi jangka panjang pada SDM unggul yang adaptif dan memiliki wawasan global.
Para mahasiswa berharap kerja sama serta diplomasi pendidikan internasional dapat terus diperluas. Melalui program ini, mahasiswa Unhan menyatakan kesiapan untuk kembali ke Tanah Air dan mengabdikan ilmu serta pengalaman yang diperoleh demi kepentingan bangsa dan negara.

