Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mencatat perbaikan kualitas aset sepanjang 2025. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) net berhasil ditekan hingga 2,4%, membaik dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang berada di level 4,5%.
Penurunan rasio NPL tersebut dinilai mencerminkan efektivitas strategi pengelolaan risiko yang dijalankan LPEI di tengah dinamika ekonomi global. Manajemen menyebut disiplin pengelolaan risiko menjadi fondasi utama untuk menjaga kesehatan neraca keuangan.
Sejumlah langkah yang ditempuh untuk memperkuat kualitas portofolio pembiayaan antara lain pembentukan pencadangan secara konservatif dan antisipatif sesuai regulasi, penerapan manajemen risiko yang kuat, serta pelaksanaan stress test secara berkala untuk mengukur ketahanan portofolio dalam berbagai skenario tekanan ekonomi.
LPEI juga melakukan diversifikasi portofolio pembiayaan lintas sektor industri dan negara tujuan ekspor, meningkatkan kualitas proses pembiayaan, serta memperkuat sistem internal control. Selain itu, lembaga ini mengedepankan pemantauan proaktif terhadap debitur melalui sistem deteksi dini (early warning detection) guna mengantisipasi perubahan kinerja debitur sebelum berdampak lebih luas.
Dari sisi kinerja, LPEI melaporkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 57,2 triliun pada 2025 atau tumbuh 2% secara tahunan (year-on-year/YoY). Laba bersih tercatat Rp 252 miliar, meningkat 8% YoY. Capaian tersebut menunjukkan LPEI tetap menjaga pertumbuhan bisnis di tengah upaya perbaikan kualitas aset.
Dalam portofolio pembiayaannya, sektor manufaktur, agribisnis, dan pertambangan disebut masih mendominasi sebagai bagian dari mandat LPEI untuk mendorong daya saing ekspor.
Untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global ke depan, LPEI menyiapkan sejumlah mitigasi. Langkah tersebut mencakup penggunaan instrumen asuransi dan penjaminan ekspor, penguatan manajemen likuiditas serta struktur pendanaan agar lebih fleksibel, dan kolaborasi dengan lembaga keuangan domestik maupun internasional serta Export Credit Agencies di berbagai negara.
LPEI juga menyiapkan skema berbagi risiko melalui kerja sama pembiayaan bagi proyek ekspor strategis berskala besar, disertai pemantauan intensif terhadap volatilitas nilai tukar, kenaikan suku bunga, dan fluktuasi harga komoditas global. Kolaborasi dinilai penting untuk memperluas kapasitas pembiayaan sekaligus membagi beban risiko.
Dengan fokus pada sektor-sektor berorientasi ekspor dan penguatan manajemen risiko serta kontrol internal, LPEI menyatakan optimistis dapat mempertahankan kualitas portofolio pada level yang sehat dan menjaga stabilitas pembiayaan bagi pelaku usaha ekspor.