Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily menyampaikan harapan agar gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dapat diperpanjang melampaui durasi dua minggu yang telah disepakati. Pernyataan itu disampaikan Ace dalam jumpa pers di kantor Lemhannas, Jakarta Pusat, Sabtu.
Ace menilai perpanjangan gencatan senjata penting untuk menjaga kepentingan bersama berbagai negara dan menopang stabilitas global. Ia menyebut harapan serupa juga menjadi aspirasi banyak pemimpin dunia yang menginginkan perdamaian berkelanjutan.
Menurut Ace, eskalasi konflik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah berpotensi memicu konflik global yang lebih luas. Kondisi tersebut, kata dia, dapat berdampak pada ketahanan ekonomi sejumlah negara, termasuk Indonesia. Karena itu, ia menilai jeda pertempuran yang lebih lama diperlukan untuk meredakan ketegangan.
Ace juga menyinggung kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Ia menyebut salah satu dampak yang dikhawatirkan adalah lonjakan harga bahan bakar, yang diperparah oleh penutupan Selat Hormuz, jalur maritim strategis bagi pasokan minyak dan gas.
Penutupan jalur tersebut dinilai dapat menghambat distribusi energi ke berbagai negara, membuat pasokan terbatas dan mendorong kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional. Ace menilai situasi itu berpotensi menekan perekonomian negara-negara pengimpor energi.
Ia menambahkan, kenaikan harga minyak dikhawatirkan mengikis daya beli masyarakat, terutama di negara berkembang. Jika daya beli tidak mampu mengimbangi lonjakan harga komoditas energi, ketahanan energi nasional dan global dapat tergerus dan berisiko memicu krisis ekonomi maupun sosial.
Indonesia, kata Ace, turut berkepentingan terhadap stabilitas harga energi karena faktor tersebut berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta kesejahteraan masyarakat. Di luar aspek ekonomi, ia juga menilai konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah meningkatkan ketegangan geopolitik yang dapat mengganggu tatanan keamanan regional dan internasional.
Ace menyebut situasi geopolitik yang memanas dapat menimbulkan ancaman bagi negara lain, termasuk yang tidak terlibat langsung. Karena itu, ia menekankan pentingnya upaya kolektif untuk meredakan ketegangan dan mendorong solusi damai.
Ia meyakini pemerintah Indonesia akan mendukung upaya gencatan senjata dan inisiatif perdamaian untuk meredam konflik di Timur Tengah serta mencegah eskalasi yang lebih luas. “Kita ingin bahwa kondisi stabilitas geopolitik global ini bisa terjaga dengan baik yang pasti akan mempengaruhi terhadap geoekonomi kita,” ujar Ace.