BERITA TERKINI
Legenda Timnas Indonesia Dede Sulaeman Meninggal Dunia Saat Laga Persahabatan di Bekasi

Legenda Timnas Indonesia Dede Sulaeman Meninggal Dunia Saat Laga Persahabatan di Bekasi

Dunia sepak bola Indonesia kembali berduka. Legenda Timnas Indonesia, Dede Sulaeman, meninggal dunia pada Minggu (25/1/2026) saat mengikuti pertandingan persahabatan di Bekasi, Jawa Barat. Kepergiannya yang mendadak meninggalkan duka bagi keluarga besar sepak bola nasional dan para sahabat yang mengenalnya.

Insiden itu terjadi ketika pertandingan persahabatan para legenda berlangsung normal. Dede Sulaeman, yang lahir pada 8 Mei 1956, bahkan sempat mencetak gol pada babak kedua. Namun, tidak lama setelah gol tersebut, ia tiba-tiba terjatuh di lapangan.

Tim medis segera memberikan pertolongan pertama sebelum membawanya ke rumah sakit terdekat. Meski demikian, nyawanya tidak tertolong. Dede Sulaeman dinyatakan meninggal dunia dalam usia 69 tahun.

Dede Sulaeman dikenal sebagai penyerang andalan Timnas Indonesia pada era 1975 hingga 1985. Namanya lekat dengan generasi yang kerap disebut sebagai salah satu periode penting sepak bola nasional, dengan teknik permainan yang menonjol dan semangat juang tinggi.

Peristiwa itu disaksikan langsung oleh sejumlah mantan pemain dan legenda sepak bola Indonesia, termasuk Ismed Sofyan. Suasana duka pun menyelimuti lapangan tempat pertandingan berlangsung.

Pengamat sepak bola Effendi Gazali turut menjadi saksi momen-momen terakhir Dede Sulaeman. Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Effendi menceritakan kebersamaan mereka sebelum tragedi terjadi. “Saya kebetulan memeluk dan memberinya selamat terakhir kali,” tulisnya. Effendi juga mengenang bahwa Dede sempat memimpin salat Ashar sebelum pertandingan dimulai.

Menurut Effendi, dalam kesempatan itu Dede berpesan agar semua bermain santai, menjaga kesehatan, dan selalu mencintai keluarga. Pesan tersebut kemudian terasa semakin bermakna setelah kabar duka datang.

Gol yang dicetak Dede pada babak kedua menjadi kenangan terakhirnya di lapangan hijau. Komentator pertandingan, Rico Ceper, menyebut gol itu sebagai hasil latihan terakhir almarhum di luar negeri. Effendi juga mengingat momen setelah gol tersebut, ketika mereka sempat bertukar canda menuju titik tengah lapangan. “Saya cuma bilang placing tipis-tipis,” kenang Effendi, yang disebutnya sebagai percakapan terakhir dengan Dede.

Effendi menutup kisahnya dengan doa dan refleksi, menyebut rangkaian peristiwa di hari terakhir Dede—memimpin salat, memberi nasihat, hingga mencetak gol—sebagai kehendak Tuhan yang penuh makna.

Kepergian Dede Sulaeman menambah daftar duka sepak bola Indonesia. Dalam beberapa hari sebelumnya, Kuncoro, mantan pemain Arema FC, juga dilaporkan meninggal dunia saat bermain sepak bola.