Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuding Amerika Serikat menjalankan doktrin dominasi dalam pasar energi global dan lebih mengutamakan kepentingannya sendiri.
Menurut Lavrov, kebijakan tersebut turut mendorong upaya marginalisasi Rusia di pasar energi Eropa. Ia menilai situasi itu memperumit hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat.

