Uni Eropa (UE) belum mencapai kesepakatan mengenai proposal penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk membiayai Ukraina senilai 90 miliar euro (sekitar Rp1.763 triliun). Pembahasan dalam pertemuan Dewan Uni Eropa di Brussels berlangsung sekitar 16 jam dan berakhir tanpa keputusan terkait rencana yang dinilai kontroversial tersebut.
Selain isu pendanaan Ukraina, agenda utama lain dalam KTT UE—persetujuan kesepakatan perdagangan dengan blok Amerika Selatan, Mercosur—juga batal pada menit terakhir. Pembatalan itu terjadi di tengah protes oleh beberapa ribu petani di Brussels.
Menurut Presiden Dewan Uni Eropa Antonio Costa, negara-negara anggota pada akhirnya sepakat meningkatkan skema utang bersama dengan meminjam di pasar modal untuk membiayai Kiev dalam jangka pendek. Ia menyatakan bahwa aspek teknis terkait “pinjaman reparasi” masih diupayakan, tanpa merinci mekanisme pendanaan paket tersebut.
Kanselir Jerman Friedrich Merz tetap menegaskan bahwa Ukraina akan menerima pinjaman tanpa bunga sebesar 90 miliar euro, sebagaimana usulan awal, meski UE belum menyepakati skema penjaminan menggunakan aset Rusia yang dibekukan.
Di sisi lain, Moskow dilaporkan telah memulai proses arbitrase terhadap Euroclear, lembaga kliring berbasis di Belgia yang menyimpan sekitar 180 miliar euro (sekitar Rp3.526 triliun) dana Rusia. Selama pembicaraan di Brussels, Rusia juga mengumumkan perluasan kasus tersebut dengan memasukkan “bank-bank Eropa,” yang dinilai meningkatkan risiko bagi pemberi pinjaman Eropa yang mendukung rencana pendanaan tersebut.
Perdana Menteri Belgia Bart De Wever disebut berada di pusat perselisihan. Penolakannya terhadap rencana penggunaan aset Rusia yang dibekukan didukung oleh Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, serta para pemimpin dari Hungaria, Slovakia, dan Republik Ceko—Viktor Orban, Robert Fico, dan Andrej Babis.
Tiga nama terakhir dilaporkan mengusulkan opsi pendanaan melalui utang bersama UE sebagai alternatif, dengan mengecualikan negara mereka dari gagasan tersebut namun menyatakan tidak akan memvetonya.

