Lonjakan kebutuhan industri kecerdasan buatan (AI) memicu krisis memori global yang mulai berdampak pada ketersediaan dan harga berbagai perangkat elektronik. Sejumlah komponen utama, terutama DRAM dan NAND, dilaporkan mengalami kenaikan harga tajam sehingga berpotensi mendorong harga hard disk (HDD), router, hingga set top box (STB) naik sampai 2026.
Laporan terbaru menyebut harga DRAM dan NAND untuk menunjang server AI meroket hingga lebih dari 600 persen dalam setahun terakhir. Kenaikan ini membuat produsen perangkat elektronik harus menyesuaikan biaya produksi, yang pada akhirnya dapat berujung pada kenaikan harga di tingkat konsumen.
Berdasarkan riset pasar Counterpoint Research, segmen yang paling merasakan dampak kenaikan harga memori adalah perangkat broadband seperti router dan STB. Dalam sembilan bulan terakhir, harga memori untuk perangkat tersebut dilaporkan melonjak hampir tujuh kali lipat. Sebagai perbandingan, kenaikan harga memori pada smartphone tercatat sekitar tiga kali lipat pada periode yang sama.
Perubahan harga komponen itu turut mengubah struktur biaya material (bill of materials/BOM) secara drastis. Jika setahun lalu kontribusi memori hanya sekitar 3 persen dari total biaya produksi router, kini porsinya disebut melampaui 20 persen, terutama pada perangkat kelas bawah dan menengah.
Krisis memori juga merambah industri media penyimpanan data. CEO Western Digital, Irving Tan, menyatakan kapasitas produksi HDD perusahaan untuk tahun kalender 2026 hampir seluruhnya sudah terjual melalui kontrak tetap dengan pelanggan besar.
“Pada dasarnya (stok HDD) kami sudah hampir sold out untuk tahun kalender 2026. Kami memiliki purchase order tetap dari tujuh pelanggan terbesar kami,” ujar Irving Tan dalam paparan kinerja kuartal kedua 2026.
Western Digital juga mencatat sekitar 89 persen pendapatan perusahaan kini berasal dari segmen cloud dan enterprise. Kondisi ini mengindikasikan mayoritas kapasitas produksi dialokasikan untuk penyedia layanan cloud yang tengah membangun infrastruktur AI skala besar, sehingga porsi untuk pasar konsumen menjadi lebih terbatas.
Di sisi lain, pasar HDD global saat ini disebut hanya didominasi tiga pemain besar, yakni Seagate Technology, Western Digital, dan Toshiba. Dengan kapasitas produksi yang tidak dapat ditingkatkan secara instan, harga pasar (spot price) berpotensi terus merangkak naik bagi pembeli yang tidak memiliki kontrak jangka panjang.
Situasi tersebut diperkirakan memberi tekanan bagi perusahaan telekomunikasi yang berencana memperluas layanan broadband pada 2026. Bagi konsumen ritel, dampaknya dapat berupa harga perangkat yang lebih mahal atau penyesuaian spesifikasi, seperti pengurangan kapasitas penyimpanan pada produk laptop dan PC prebuilt, agar harga tetap kompetitif.
Informasi mengenai dinamika pasar komponen elektronik ini merujuk pada laporan Memory Price Tracker dari Counterpoint Research serta paparan kinerja resmi Western Digital yang dirilis pada Februari 2026.

