BERITA TERKINI
Komisi Eropa Susun Strategi Penguatan Perbatasan UE yang Berbatasan dengan Rusia dan Belarus

Komisi Eropa Susun Strategi Penguatan Perbatasan UE yang Berbatasan dengan Rusia dan Belarus

Komisi Eropa mempresentasikan rencana dukungan bagi negara-negara Uni Eropa (UE) yang berbatasan dengan Rusia, Belarus, dan Ukraina. Paket dukungan itu mencakup peningkatan pendanaan pertahanan, modernisasi infrastruktur dwiguna, serta penguatan pengelolaan dan keamanan perbatasan.

Dalam pernyataan Komisi yang dikutip ANTARA dari Sputnik pada Kamis, 19 Februari, disebutkan bahwa Komisi Eropa telah mengadopsi strategi komprehensif untuk meningkatkan dukungan bagi wilayah timur UE yang berbatasan dengan ketiga negara tersebut.

Komisi menyatakan sejumlah wilayah di sembilan negara anggota—Finlandia, Estonia, Latvia, Lituania, Polandia, Slovakia, Hungaria, Rumania, dan Bulgaria—terdampak secara khusus oleh perang hibrida, migrasi yang dipersenjatai, gangguan ekonomi dan perdagangan, serta penurunan demografis.

Menurut Komisi, dukungan yang direncanakan meliputi peningkatan pendanaan untuk pertahanan, pengelolaan perbatasan, dan keamanan dalam negeri. Selain itu, Komisi juga menyoroti modernisasi jaringan transportasi dan infrastruktur dwiguna yang ditujukan untuk kepentingan keamanan sekaligus pembangunan.

Berdasarkan lembar fakta Komisi Eropa, total dukungan pinjaman sebesar 28 miliar euro direncanakan bagi negara-negara anggota terkait hingga akhir 2027. Penyaluran pinjaman tersebut disebut akan dilakukan melalui partisipasi lembaga keuangan internasional dan bank pembangunan nasional.

Di sisi lain, dalam beberapa tahun terakhir Rusia menyoroti aktivitas NATO yang dinilai meningkat di sepanjang perbatasan baratnya. Kremlin menyatakan Rusia tidak mengancam siapa pun, namun tidak akan mengabaikan tindakan yang berpotensi membahayakan kepentingannya.

Dalam wawancara dengan jurnalis AS Tucker Carlson, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia tidak berniat menyerang negara-negara NATO dan menyebut langkah tersebut tidak masuk akal. Putin juga menyatakan para politikus Barat secara rutin menakut-nakuti populasi mereka dengan dugaan ancaman Rusia untuk mengalihkan perhatian dari masalah domestik.