Kabar duka datang dari dunia politik Surabaya. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya periode 2024–2029, Adi Sutarwijono, meninggal dunia di Jakarta pada Selasa (10/2) pukul 20.36 WIB.
Politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Awi itu sebelumnya dikabarkan menjalani perawatan intensif di MRCCC Siloam Hospitals Jakarta.
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni membenarkan kabar tersebut saat dikonfirmasi pada Selasa malam. “Nggih, beliau (Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono) telah berpulang ke sisi Tuhan YME,” ujarnya.
Fathoni menyampaikan, pihak keluarga masih mengurus administrasi kepulangan jenazah dari Jakarta ke Surabaya. Ia juga belum dapat memastikan kapan jenazah tiba di Surabaya.
“Saat ini keluarga sedang mengurus administrasi di RS, Insya Allah setelah selesai akan di kremasi di Grand Heaven Surabaya. Masih menunggu jadwal diterbangkan dari Jakarta ke Surabaya,” imbuhnya.
Profil singkat
Adi Sutarwijono memiliki nama lengkap Dominikus Adi Sutarwijono. Ia lahir di Blitar pada 4 Agustus 1968 dan telah lebih dari satu dekade berkiprah di panggung politik Surabaya.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya. Sebelum terjun ke politik, Awi meniti karier sebagai jurnalis.
Perjalanan jurnalistiknya dimulai di Harian Surya pada 1996–2000. Ia kemudian bergabung dengan Majalah Tempo pada 1999–2003. Pada 2003, ia resmi bergabung dengan PDI Perjuangan.
Di internal partai, Awi pernah dipercaya mengemban sejumlah posisi, termasuk Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya. Ia juga menjabat Ketua DPRD Kota Surabaya selama dua periode, yakni 2019–2024 dan 2024–2029.

