BERITA TERKINI
Ketidakpastian Tarif Impor Trump Tekan Harga Minyak Dunia

Ketidakpastian Tarif Impor Trump Tekan Harga Minyak Dunia

Harga minyak dunia melemah pada Senin, 23 Februari 2026, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan menaikkan tarif AS atas impor global. Pernyataan tersebut memicu ketidakpastian terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dunia dan konsumsi bahan bakar.

Harga minyak mentah Brent turun 45 sen atau 0,63% menjadi USD71,31 per barel. Sementara itu, minyak mentah AS berada di USD65,98 per barel, turun 50 sen atau 0,75%.

Pada akhir pekan, Trump mengatakan akan menaikkan tarif universal sementara untuk impor menjadi 15% dari 10%. Pernyataan ini muncul hanya beberapa hari setelah Mahkamah Agung memutuskan bahwa Trump melampaui wewenangnya ketika menyatakan keadaan darurat ekonomi untuk memberlakukan sejumlah tarif perdagangan.

Sejumlah laporan menyebutkan beberapa negara besar—yang dalam setahun terakhir telah menandatangani perjanjian perdagangan dengan pemerintahan Trump—kini mencari negosiasi ulang atau meminta kejelasan lebih lanjut terkait pungutan tersebut.

Trump disebut menggunakan undang-undang terpisah yang belum teruji untuk memberlakukan tarif 15% tersebut. Namun, belum ada presiden sebelumnya yang pernah menggunakan aturan itu, dan Trump juga memerlukan persetujuan Kongres untuk memperpanjang bea masuk setelah 150 hari.

Putusan Mahkamah Agung dinilai menambah ketidakpastian jangka pendek atas kebijakan perdagangan AS dalam waktu dekat, ketika negara-negara dan pelaku usaha berupaya mengukur arah kebijakan tarif selanjutnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, kebijakan pungutan impor itu juga menuai kritik karena dinilai mendorong kenaikan biaya hidup. Data perdagangan bulan Desember yang dirilis pekan lalu menunjukkan tarif tersebut hanya sedikit berpengaruh dalam mengurangi defisit besar AS pada 2025.

Tekanan dari isu tarif ini terjadi di tengah meningkatnya risiko konflik militer antara AS dan Iran, yang sebelumnya mendorong harga Brent dan West Texas Intermediate naik lebih dari 5% pada pekan lalu.