BERITA TERKINI
Ketegangan Dagang AS-China Kembali Menekan Pasar Global, IHSG Dihantam Jual Bersih Asing Rp1,32 Triliun

Ketegangan Dagang AS-China Kembali Menekan Pasar Global, IHSG Dihantam Jual Bersih Asing Rp1,32 Triliun

Pasar saham global kembali bergerak di zona merah setelah sempat menikmati rebound singkat. Sentimen investor memburuk seiring meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China, yang memicu aksi jual di berbagai bursa, termasuk di kawasan Asia dan Indonesia.

Pada perdagangan Selasa (14/10/2025), mayoritas indeks utama Wall Street ditutup melemah. Pasar sempat mencoba pulih dari pelemahan awal, namun tekanan kembali menguat menjelang penutupan setelah pernyataan agresif Presiden AS Donald Trump.

Tekanan pasar disebut berawal dari langkah China yang memperketat kontrol atas sektor pelayaran global dengan menjatuhkan sanksi kepada lima anak usaha Hanwha Ocean asal Korea Selatan di AS, dengan alasan keamanan nasional. Namun, sentimen negatif membesar setelah Trump menulis di media sosial Truth Social bahwa China melakukan tindakan “ekonomis yang bermusuhan” karena dilaporkan menghentikan pembelian kedelai dari AS. Trump juga mengisyaratkan kemungkinan balasan berupa embargo minyak goreng.

Sebelumnya, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengindikasikan keputusan penerapan tarif tambahan 100% terhadap impor China akan bergantung pada langkah lanjutan Beijing dan berpotensi diberlakukan lebih cepat dari rencana 1 November.

Di Wall Street, S&P 500 turun 0,2% dan Nasdaq Composite melemah 0,8%. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 0,4% yang ditopang kenaikan saham Caterpillar.

Di tengah tekanan pada saham teknologi—termasuk Nvidia yang melanjutkan pelemahan sejak aksi jual besar pekan lalu—sektor perbankan justru mencatat kinerja positif. Saham Citigroup dan Wells Fargo masing-masing melonjak 3,9% dan 7,2% setelah melaporkan kinerja di atas ekspektasi. JPMorgan dan Goldman Sachs juga membukukan laba melampaui perkiraan, meski saham keduanya terkoreksi tipis.

Sentimen negatif dari AS cepat menjalar ke Asia. Pada perdagangan Selasa (14/10/2025), mayoritas indeks saham di kawasan tersebut melemah tajam. Nikkei 225 Jepang anjlok 2,58% dan Topix turun 1,99% setelah kembali dibuka usai libur panjang. Hang Seng Hong Kong turun 1,73% dan Shanghai Composite melemah 0,62%. Di Korea Selatan, Kospi turun 0,79% dan Kosdaq merosot 1,46%.

Kondisi regional ini memperberat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia. Pada perdagangan sebelumnya, Senin, IHSG sudah ditutup turun 1,95% disertai aksi jual bersih (net sell) investor asing sekitar Rp1,32 triliun.

Saham-saham yang paling banyak dilepas asing tercatat berasal dari kelompok big caps perbankan, di antaranya BBRI, BBCA, BMRI, BRMS, dan BBNI.

Dengan tekanan yang masih kuat, IHSG disebut berpotensi melanjutkan koreksi menuju level 7.800 apabila gagal menembus area resisten 8.100.