BERITA TERKINI
Ketegangan AS–Iran Menguat, USS Abraham Lincoln Terpantau 700 Km dari Iran dan Trump Beri Ultimatum

Ketegangan AS–Iran Menguat, USS Abraham Lincoln Terpantau 700 Km dari Iran dan Trump Beri Ultimatum

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi salah satu isu internasional yang paling banyak disorot sepanjang sepekan terakhir. Perhatian tertuju pada pergerakan militer AS di Timur Tengah, kelanjutan diplomasi terkait program nuklir Iran, serta pernyataan Presiden AS Donald Trump yang memberi tenggat waktu bagi Teheran.

Keberadaan kapal induk AS USS Abraham Lincoln di kawasan Timur Tengah terungkap setelah citra satelit memverifikasi posisinya di Laut Arab. Kapal tersebut dilaporkan berada sekitar 700 kilometer dari Iran. Informasi ini mencuat menjelang pertemuan pejabat AS dan Iran di Swiss pada Selasa (17/2/2026), yang merupakan putaran kedua pembicaraan terkait program nuklir Teheran dan potensi pencabutan sanksi ekonomi.

Iran menyatakan pertemuan di Swiss akan berfokus pada isu nuklir serta peluang pencabutan sanksi yang dijatuhkan Washington. Di sisi lain, teka-teki mengenai lokasi persis USS Abraham Lincoln juga disebut telah terjawab melalui verifikasi citra satelit.

Di tengah dinamika diplomasi tersebut, Trump memperingatkan Iran agar segera mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya atau menghadapi konsekuensi serius. Ia memberi sinyal batas waktu sekitar 10 hingga 15 hari sebelum Washington kemungkinan mengambil tindakan. Pernyataan itu disampaikan saat AS meningkatkan kekuatan militernya di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik.

Selain ultimatum tersebut, militer AS juga dilaporkan menyiapkan skenario operasi militer yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu terhadap Iran. Persiapan itu disebut sebagai antisipasi apabila Trump memberikan perintah penyerangan. Namun, dua pejabat AS yang tidak disebutkan identitasnya menilai perencanaan semacam itu berisiko sangat tinggi karena jalur diplomasi Washington dan Teheran masih berjalan.

Dari pihak Iran, pemerintah memutuskan menutup sebagian wilayah Selat Hormuz dengan alasan keamanan. Langkah itu diambil seiring digelarnya latihan militer oleh pasukan Garda Revolusi Iran di perairan strategis tersebut. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa sebagian Selat Hormuz akan ditutup demi menghormati prinsip keselamatan dan navigasi.

Di luar isu AS–Iran, perhatian pembaca juga tertuju pada kesepakatan tarif antara AS dan Indonesia. Dalam dokumen kesepakatan itu, tarif sebesar 19 persen ditetapkan untuk barang-barang Indonesia yang masuk ke pasar AS. Pengumuman disampaikan Gedung Putih pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat, sementara peresmian kerja sama dilakukan melalui konferensi pers delegasi pemerintah Indonesia di sebuah hotel di pusat kota Washington.

Berita lain yang turut menyita perhatian adalah rencana pengoperasian layanan kereta lintas negara antara Johor, Malaysia, dan Singapura pada akhir 2026. Perjalanan diperkirakan hanya memakan waktu sekitar lima menit. Tarifnya disebut berada di kisaran 5–7 dollar Singapura per penumpang, dan dinilai lebih murah dibandingkan menyeberang perbatasan menggunakan mobil pribadi.

Sementara itu, Trump juga menginstruksikan Pentagon untuk membuka dan merilis dokumen rahasia pemerintah terkait alien dan fenomena udara tak teridentifikasi (UFO). Instruksi tersebut disampaikan melalui unggahan di platform media sosial Truth Social, dengan alasan tingginya rasa ingin tahu publik mengenai isu tersebut.