BERITA TERKINI
Kesepakatan Dagang Resiprokal RI–AS Bebaskan Tarif 0 Persen untuk 53 Komoditas Pertanian

Kesepakatan Dagang Resiprokal RI–AS Bebaskan Tarif 0 Persen untuk 53 Komoditas Pertanian

Diplomasi ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto menghasilkan pembebasan bea masuk untuk komoditas pertanian Indonesia di pasar Amerika Serikat (AS). Melalui kesepakatan dagang resiprokal, sebanyak 173 pos tarif yang mencakup 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia kini dikenai tarif 0 persen saat masuk ke AS.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan capaian tersebut merupakan hasil negosiasi strategis yang dinilai berpihak pada kepentingan nasional, khususnya petani. “Pembebasan tarif pada puluhan komoditas pertanian ini benar-benar hasil negosiasi yang berpihak pada petani kita. Bapak Presiden menunjukkan kepemimpinan yang tegas dan diplomasi ekonomi yang kuat. Produk pertanian kita bisa masuk pasar global dengan akses yang lebih adil dan kompetitif,” kata Amran kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Amran menilai kebijakan tarif nol persen akan meningkatkan daya saing komoditas pertanian Indonesia di pasar global. Menurutnya, ruang bersaing menjadi lebih besar karena harga produk lebih kompetitif, sehingga membuka peluang peningkatan ekspor sekaligus memperluas akses pasar bagi petani dan pelaku usaha.

Ia menambahkan, pemerintah akan berupaya memastikan peningkatan kualitas, pemenuhan standar, dan kesinambungan pasokan agar peluang ekspor tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal. “Kesempatan sudah ada di depan mata. Tinggal kita pastikan produksinya cukup dan mutunya terjaga, supaya petani bisa benar-benar merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Kesepakatan tersebut disebut berjalan dalam kerangka Agreements on Reciprocal Trade (ART), yang mencakup sektor pertanian maupun industri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, ART mencakup 1.819 pos tarif produk Indonesia yang dibebaskan dari bea masuk ke pasar AS. “Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia baik itu pertanian maupun industri antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah 0 persen,” kata Airlangga di Jakarta, Jumat (20/2).

Untuk sektor pertanian, komoditas yang memperoleh fasilitas tarif 0 persen antara lain buah tropis seperti pisang, nanas, mangga, durian, dan pepaya; kopi dengan enam pos tarif; teh hijau dan teh hitam; serta rempah strategis seperti lada, pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga, jahe, dan kunyit.

Selain itu, daftar bebas tarif juga mencakup kakao dan turunannya, minyak sawit, palm kernel oil, buah dan inti kelapa sawit, produk olahan buah, tepung dan pati berbasis singkong dan sagu, serta pupuk mineral berbasis kalium.

Sebelumnya, dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Indonesia dan AS menandatangani sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat implementasi kesepakatan dagang resiprokal tersebut.