Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam Ngo Le Van menegaskan bahwa diplomasi budaya tidak hanya bertujuan mempromosikan citra, tetapi juga harus menjadi sumber daya bagi pembangunan sosial-ekonomi di tingkat daerah. Pernyataan itu disampaikan pada 5 Maret sore dalam konferensi pers internasional yang memberikan informasi tentang Tahun Pariwisata Nasional – Gia Lai 2026, saat menanggapi pertanyaan terkait hasil pelaksanaan Strategi Diplomasi Budaya Kementerian Luar Negeri hingga 2030.
Menurut Ngo Le Van, pada periode 2021–2025 Kementerian Luar Negeri menjalankan strategi diplomasi budaya dengan sudut pandang yang konsisten: promosi budaya perlu dihubungkan dengan tujuan pembangunan. Dalam beberapa periode terakhir, kementerian juga mengintegrasikan diplomasi budaya secara erat dengan diplomasi tingkat tinggi, diplomasi ekonomi, dan diplomasi lokal.
Ia menyebut terjadi pergeseran kesadaran yang mendalam mengenai diplomasi budaya, dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Sejumlah daerah dinilai semakin proaktif memasukkan diplomasi budaya ke dalam program pembangunan lokal, mengaitkannya dengan promosi pariwisata, serta secara bertahap mengubah nilai-nilai budaya menjadi sumber daya untuk mendorong pembangunan setempat.
Dalam rentang 2021–2025, Vietnam juga berhasil melobi UNESCO untuk menambahkan 25 gelar baru, sehingga total pengakuan menjadi 77. Capaian tersebut disebut melampaui target yang ditetapkan untuk 2030 dan menempatkan Vietnam sebagai negara terdepan di Asia Tenggara dalam jumlah pendaftaran UNESCO.
Terkait Provinsi Gia Lai, Ngo Le Van mengatakan pariwisata merupakan salah satu dari lima pilar pembangunan ekonomi daerah. Gia Lai menargetkan kunjungan 18,5 juta wisatawan pada 2030, termasuk 1 juta wisatawan internasional.
Ke depan, Kementerian Luar Negeri menyatakan akan melanjutkan kerja sama dengan Provinsi Gia Lai melalui sejumlah langkah. Di antaranya memperkuat komunikasi eksternal dan menonjolkan kekuatan provinsi di bidang pariwisata serta identitas budaya melalui jaringan pers internasional dan 98 kantor perwakilan di luar negeri untuk mempromosikan citra Gia Lai ke dunia.
Selain itu, kementerian menekankan pentingnya mengaitkan diplomasi budaya dengan promosi investasi, perdagangan, dan pariwisata di provinsi tersebut. Hubungan dengan UNESCO dan para ahli internasional juga akan diperkuat guna memberi masukan serta memanfaatkan nilai-nilai warisan budaya Gia Lai secara berkelanjutan.

