KUCHING, Malaysia — Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan pentingnya menjaga perdamaian, keamanan, stabilitas, dan keselamatan di Laut China Selatan dalam pertemuan ke-48 ASEAN-China Joint Working Group on the Implementation of the Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (JWG-DOC) dan pertemuan ke-24 ASEAN-China Senior Officials’ Meeting on the Implementation of the DOC (SOM-DOC).
Pertemuan yang berlangsung di Kuching, Malaysia, pada 11–14 Agustus 2025 itu diikuti negara-negara anggota ASEAN, China, serta Sekretariat ASEAN. Malaysia dan China bertindak sebagai ketua bersama (co-chair).
Asisten Deputi Kerja Sama ASEAN Kemenko Polkam, Abdullah Zulkifli, menyampaikan bahwa Laut China Selatan merupakan kepentingan semua negara, terutama ASEAN dan China. Karena itu, ia mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dari aktivitas yang dapat meningkatkan ketegangan.
Menurutnya, penyelesaian sengketa harus ditempuh secara damai dan konstruktif sesuai prinsip-prinsip hukum internasional. Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian perselisihan melalui mekanisme damai yang sejalan dengan Konvensi Hukum Laut PBB 1982 (UNCLOS 1982).
Selain Asisten Deputi Kerja Sama ASEAN, Inspektur Kemenko Polkam turut serta dalam rangkaian pertemuan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kemenko Polkam berharap pertemuan dapat mendorong terbentuknya Code of Conduct (COC) yang konkret dan dapat diimplementasikan (actionable), serta memperkuat komitmen semua pihak untuk menyelesaikan perselisihan secara damai sesuai UNCLOS dan hukum internasional.

