Purbaya menyatakan Kementerian Keuangan akan mendukung berbagai perusahaan berorientasi ekspor agar dapat tumbuh kompetitif di pasar global. Ia juga menyebutkan, dalam jangka pendek terdapat sejumlah inisiatif yang akan dikeluarkan, termasuk insentif yang terkait dengan mobil listrik.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding kuartal I 2025.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku, ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat Rp6.187,2 triliun. Adapun PDB atas dasar harga konstan tercatat Rp3.447 triliun.
Amalia menambahkan, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 lebih tinggi dibanding kuartal I 2025 yang tercatat 4,87% (yoy). Namun demikian, secara triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi kuartal I 2026 mengalami kontraksi 0,77% dibanding kuartal IV 2025.