Bekasi – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan silaturahmi Ramadan bersama Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dan keluarga besar PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia, Jumat (6/3/2026). Listyo Sigit juga tercatat sebagai Dewan Penasihat DPP KSPSI.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan PT NOK Indonesia itu dihadiri jajaran pengurus KSPSI, manajemen perusahaan, pejabat Mabes Polri, serta para pekerja. Acara dirangkai dengan buka puasa bersama sebagai upaya mempererat hubungan antara kepolisian, serikat pekerja, dan dunia industri.
Dalam sambutannya, Listyo Sigit menyampaikan apresiasi kepada Presiden KSPSI dan seluruh pengurus yang menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah serta permohonan maaf lahir dan batin kepada keluarga besar KSPSI.
Ia menegaskan, silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Polri dengan serikat pekerja, terutama dalam menjaga stabilitas hubungan industrial di tengah dinamika global.
Kapolri turut menyinggung situasi geopolitik dunia yang disebutnya sedang mengalami eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Menurutnya, kondisi itu berdampak pada perekonomian global, terutama melalui kenaikan harga energi.
“Akibat eskalasi konflik, harga minyak dunia mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dari sekitar 66 dolar per barel kini sudah berada di kisaran 77 dolar per barel atau naik sekitar 16 persen,” kata Sigit.
Ia menilai situasi tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global dan nasional. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional serta memastikan iklim investasi tetap kondusif. Sigit juga menyampaikan pemerintah terus berupaya menjaga posisi Indonesia dalam politik luar negeri yang bebas dan aktif, termasuk berperan dalam upaya perdamaian internasional.
Dalam kesempatan itu, Sigit menyampaikan sejumlah perkembangan ekonomi yang dinilainya dapat menjadi peluang bagi sektor industri dan pekerja di Indonesia. Ia mencontohkan kebijakan tarif impor yang semakin terbuka untuk sejumlah komoditas Indonesia di pasar global, termasuk produk industri seperti sepatu, tekstil, furnitur, hingga semikonduktor.
Menurutnya, peluang tersebut perlu dimanfaatkan dunia industri dan pekerja untuk meningkatkan produksi serta memperluas pasar ekspor. Ia juga menekankan perlunya menjaga pertumbuhan ekonomi dan arus investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Sigit turut menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi nasional melalui pengelolaan sumber daya alam secara optimal. Ia menyebut pemerintah mendorong berbagai program hilirisasi industri, mulai dari sektor otomotif, pengolahan bauksit, industri baterai listrik, hingga peningkatan produksi minyak nasional.
Selain itu, Kapolri menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia pekerja Indonesia agar mampu bersaing, terutama menghadapi perkembangan industri berbasis teknologi dan hilirisasi. Ia menyebut program pelatihan vokasi dan balai latihan kerja (BLK) akan terus didorong, termasuk untuk tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri maupun di sektor industri dalam negeri.
Di bidang layanan kesehatan, Sigit menyatakan telah meminta jajaran Kedokteran dan Kesehatan Polri agar rumah sakit Bhayangkara di seluruh wilayah dapat memberikan akses pelayanan kesehatan kepada keluarga besar KSPSI.
Ia juga membuka peluang kerja sama pelatihan antara serikat pekerja dan Polri. Menurutnya, fasilitas pendidikan dan pelatihan milik Polri, termasuk Sekolah Polisi Negara (SPN), dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kapasitas dan keterampilan pekerja. Sigit turut membuka peluang pelatihan bagi brigade serikat pekerja, termasuk pelatihan SAR dan pengamanan kawasan industri.
Dalam sambutannya, Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk memberikan perlindungan hukum bagi pekerja, khususnya perempuan. Ia menyebut Polri memiliki unit yang menangani tindak pidana terhadap perempuan dan anak yang dapat memberikan pendampingan apabila terjadi kasus kekerasan atau persoalan hukum yang menimpa pekerja perempuan.
Selain isu industri, Sigit juga mendorong pengembangan UMKM dan koperasi di lingkungan pekerja. Ia menilai penguatan koperasi pekerja dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan buruh, serta meminta pihak yang memiliki kompetensi di bidang koperasi dan UMKM untuk membantu pengembangannya di lingkungan pekerja PT NOK Indonesia.
Acara silaturahmi Ramadan tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan dan ditutup dengan buka puasa bersama antara jajaran KSPSI, pekerja, manajemen perusahaan, dan pimpinan Polri.

