BERITA TERKINI
Kabar Dunia Sepekan: Aksi Solidaritas Pemuda Malaysia hingga Kapal Pesiar Rp 16 Miliar Tenggelam 15 Menit Usai Diluncurkan

Kabar Dunia Sepekan: Aksi Solidaritas Pemuda Malaysia hingga Kapal Pesiar Rp 16 Miliar Tenggelam 15 Menit Usai Diluncurkan

Sejumlah isu internasional menjadi sorotan dalam sepekan terakhir, mulai dari aksi solidaritas pemuda Malaysia terhadap situasi demonstrasi di Indonesia hingga insiden kapal pesiar mewah yang tenggelam tak lama setelah peluncuran perdana di Turkiye.

Berikut rangkuman kabar internasional terpopuler edisi Senin (1/9/2025) hingga Minggu (7/9/2025).

Aksi solidaritas pemuda Malaysia di depan KBRI
Sejumlah pemuda Malaysia kembali menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur pada Selasa (2/9/2025) malam. Aksi ini disebut dimotori sejumlah organisasi masyarakat sipil di Malaysia, salah satunya Mandiri.

Koordinator Mandiri, Wong KuKui, mengatakan massa dalam aksi tersebut menuntut pembebasan sejumlah aktivis Indonesia, yakni Direktur Lokataru Delpedro Marhaen, Humas Gejayan Memanggil Syahdan Husein, serta mahasiswa Universitas Riau Khariq Anhar.

Kapal pesiar mewah tenggelam 15 menit setelah diluncurkan
Di Turkiye, sebuah kapal pesiar mewah senilai hampir 1 juta dollar AS (sekitar Rp 16 miliar) tenggelam hanya 15 menit setelah peluncuran perdananya di lepas pantai Zonguldak pada Selasa (2/9/2025).

Insiden itu membuat pemilik kapal, kapten, dan dua awak kapal melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Video amatir yang beredar memperlihatkan kapal pesiar bernama Dolce Vento dengan panjang sekitar 26 meter itu sempat melaju tenang di perairan Distrik Eregli sebelum peristiwa terjadi.

Jet tempur canggih tanpa pilot
Kabar lain menyoroti fenomena sejumlah negara yang memiliki jet tempur canggih, namun tidak memiliki pilot terlatih. Dalam laporan tersebut, kepemilikan jet tempur disebut kerap terkait dengan gengsi, simbol kedaulatan, daya tangkal, sekaligus alat diplomasi. Namun, sebagian armada justru terparkir di hanggar karena keterbatasan sumber daya manusia, khususnya pilot.

Debut J-20S China dan sorotan terhadap dominasi udara AS
Parade militer untuk memperingati Hari Kemenangan China pada Perang Dunia II yang digelar Rabu (3/9/2025) menjadi ajang debut publik J-20S, yang disebut sebagai jet siluman kursi ganda pertama di dunia. Kehadirannya menjadi sorotan karena dinilai berpotensi menantang dominasi udara Amerika Serikat yang mengandalkan F-22 Raptor dan F-35 Lightning II.

J-20S diketahui merupakan varian terbaru dari J-20 Mighty Dragon yang dikembangkan Chengdu Aircraft Corporation.

Kisah AS membeli 21 MiG-29 dari Moldova
Di sisi lain, muncul kembali kisah Amerika Serikat yang membeli 21 jet tempur MiG-29 buatan Soviet dari Moldova pada 1997, setelah Uni Soviet runtuh. Langkah itu disebut dilakukan secara rahasia untuk mencegah jet-jet tersebut jatuh ke tangan Iran, yang kala itu berupaya memperkuat kemampuan militernya.

AS disebut tidak menginginkan militer Iran mendominasi Timur Tengah sekaligus meningkatkan kapasitas pengiriman senjata nuklir.

Sorotan media asing atas kunjungan Prabowo ke China
Media internasional juga menyoroti langkah Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang tetap menghadiri parade militer di China untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, di tengah situasi dalam negeri yang disebut bergejolak akibat demonstrasi besar-besaran.

Sebelumnya, rencana lawatan tersebut sempat dibatalkan melalui Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi. Dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden pada Sabtu (30/8/2025), Prasetyo menyampaikan, “Bapak Presiden ingin memantau kondisi secara langsung, memimpin, dan mencari resolusi terbaik terhadap kerusuhan yang terjadi.”

Trump menyinggung Xi, Putin, dan Kim
Dari Amerika Serikat, Presiden Donald Trump menuding Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tengah bersekongkol melawan AS saat menghadiri parade militer di Beijing pada Rabu (3/9/2025).

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menuliskan ucapan selamat kepada China yang merayakan 80 tahun kemenangan atas Jepang di Perang Dunia II, sembari menyelipkan sindiran terkait kehadiran Putin dan Kim. “Semoga Presiden Xi dan rakyat China yang luar biasa merayakan hari perayaan yang meriah dan tiada henti. Tolong sampaikan salam hangat saya kepada Vladimir Putin dan Kim Jong Un, saat kalian berkonspirasi melawan Amerika Serikat,” tulis Trump pada Selasa (2/9/2025).