Iran dilaporkan menutup Selat Hormuz menyusul serangan yang disebut melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Informasi tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Dalam perkembangan yang sama, laporan menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 40 orang. Namun, rincian lebih lanjut mengenai waktu kejadian, lokasi spesifik, maupun identitas korban tidak dijelaskan.
Penutupan Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap pasar minyak dunia. Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute penting bagi pergerakan energi, sehingga gangguan di wilayah tersebut berpotensi menekan stabilitas pasokan dan harga minyak global.
Hingga kini, belum ada informasi tambahan terkait berapa lama penutupan akan berlangsung serta langkah-langkah lanjutan yang akan diambil pihak-pihak terkait.

