BERITA TERKINI
Jembatan Rp 9,35 Triliun di Tasmania Retak Jelang Dibuka, AS Kerahkan Kapal Induk ke Timur Tengah

Jembatan Rp 9,35 Triliun di Tasmania Retak Jelang Dibuka, AS Kerahkan Kapal Induk ke Timur Tengah

Sejumlah isu internasional menjadi perhatian pembaca sepanjang sepekan terakhir, mulai dari temuan retakan pada proyek infrastruktur besar di Australia hingga langkah militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Berikut rangkuman kabar global periode Senin (9/2/2026) hingga Minggu (15/2/2026).

Retakan pada jembatan baru di Tasmania

Beberapa hari sebelum Jembatan Bridgewater baru di Tasmania, Australia, dibuka, retakan besar dilaporkan terlihat pada salah satu pilarnya. Temuan ini memicu pekerjaan tambahan menjelang pembukaan resmi jembatan pada 1 Juni 2025, sebagaimana tercantum dalam dokumen yang dirilis melalui mekanisme Hak untuk Memperoleh Informasi (RTI) pada bulan ini.

Jembatan tersebut bernilai 786 juta dollar Australia atau sekitar Rp 9,35 triliun. Proyek itu didanai pemerintah negara bagian dan pemerintah federal, serta menjadi bagian dari Jalan Raya Midland yang melintasi Sungai Derwent. Jembatan baru ini dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang telah dinonaktifkan.

AS mengerahkan USS Gerald R Ford ke kawasan Teluk Persia

Di tengah ketegangan dengan Iran dan proses negosiasi yang masih berlangsung, AS dilaporkan akan mengerahkan kapal induk terbesar bertenaga nuklir di dunia, USS Gerald R Ford, ke kawasan Teluk Persia. Berdasarkan laporan The New York Times pada Kamis (12/2/2026), kapal induk tersebut beserta kapal-kapal pengawalnya telah menerima instruksi terkait perubahan tujuan penugasan.

Rencana jalan tol Indonesia sebagai landasan darurat jet tempur disorot media asing

Rencana Indonesia memanfaatkan jalan tol sebagai landasan darurat bagi jet tempur turut menarik perhatian media internasional. Uji coba pendaratan dan lepas landas pesawat militer di ruas tol Trans-Sumatra dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat pertahanan, sekaligus menunjukkan upaya memaksimalkan infrastruktur sipil untuk kebutuhan militer.

Kekhawatiran Perang Dunia III meningkat di AS dan Eropa

Di negara-negara Barat, kekhawatiran publik terhadap risiko pecahnya Perang Dunia III dilaporkan meningkat. Survei Politico terhadap lebih dari 2.000 pemilih di AS, Kanada, Inggris, Perancis, dan Jerman menunjukkan mayoritas responden di negara-negara maju meyakini dunia bergerak menuju era konflik baru yang berbahaya.

FBI disebut memusnahkan master copy rekaman malam kematian Jeffrey Epstein

Di AS, FBI dilaporkan memusnahkan salinan utama (master copy) rekaman pengawasan dari malam kematian Jeffrey Epstein di penjara. Akibatnya, FBI harus melakukan rekonstruksi video dari salinan terpisah. Isu ini memicu kontroversi, terutama setelah adanya laporan mengenai hilangnya rekaman berdurasi satu menit saat video dirilis ke publik.

Menurut CBS News pada Rabu (11/2/2026), dokumen resmi menunjukkan bahwa pada Juni 2024 seorang agen FBI memperoleh otoritas untuk memusnahkan barang bukti berlabel 1B60.

Kontroversi baru soal dokumen Epstein tanpa sensor

Kontroversi lain terkait Epstein muncul setelah anggota Kongres AS memperoleh akses untuk meninjau dokumen tanpa sensor di ruang baca aman milik Kementerian Kehakiman AS. Sejumlah legislator menyatakan menemukan indikasi bahwa beberapa nama pria berpengaruh sempat ditutupi tanpa alasan hukum yang jelas. Perwakilan Partai Republik Thomas Massie dan anggota DPR dari Partai Demokrat Ro Khanna termasuk di antara legislator yang disebut mendapat akses tersebut.

Indonesia siapkan hingga 8.000 personel untuk Gaza

Indonesia juga diberitakan menyatakan kesiapan mengirim hingga 8.000 personel militer ke Gaza sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian internasional. Rencana ini dikaitkan dengan tahap lanjutan skema perdamaian Timur Tengah yang digagas Presiden AS Donald Trump. Pernyataan tersebut disebut menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang menyampaikan komitmen jumlah pasukan secara spesifik.