Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Tsinghua University membahas penguatan kerja sama multidisiplin di bidang sains dan teknologi. Prof. Lavi menyampaikan kedua institusi memiliki potensi kolaborasi yang luas, mulai dari science dan technology, material science, health technology, artificial intelligence, nanoscience, astronomi, hingga seni dan humaniora.
Menurut Prof. Lavi, riset multidisiplin perlu terus diperkuat agar menghasilkan inovasi yang berdampak dan berdaya saing global. Salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan pembelajaran dan riset melalui kawasan terpadu berbasis science techno park.
Prof. Lavi menjelaskan, model kawasan terpadu tersebut dapat berfungsi sebagai penghubung antara perguruan tinggi dan industri. Dengan demikian, hilirisasi riset dinilai dapat diperkuat sekaligus meningkatkan kelayakan implementasi inovasi di tingkat industri dan masyarakat.
ITB juga menilai pentingnya memperkuat ekosistem inovasi melalui kolaborasi yang lebih intensif dengan industri. “Dengan dukungan jejaring global seperti Tsinghua University, ITB berharap proses hilirisasi teknologi dapat berjalan lebih cepat, lebih tepat sasaran, dan lebih berdampak,” ujar Prof. Lavi.
Sementara itu, Vice President Tsinghua University Prof. Peixue Jiang mengatakan kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai potensi kolaborasi dengan ITB. Ia menyebut Tsinghua ingin mengenal lebih jauh lanskap riset dan inovasi ITB, sekaligus memperkenalkan portofolio unggulan riset di Tsinghua.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Jiang memaparkan sejumlah proyek global yang menjadi prioritas Tsinghua, termasuk Carbon Neutrality and Energy System Transformation (CNEST). Ia juga membuka peluang bagi ITB untuk berpartisipasi dalam proyek riset luar angkasa melalui misi cubesat untuk observasi Gamma-Ray Burst (GRB) dalam program GRID, yang dapat melibatkan mahasiswa dari kedua institusi.
“Kolaborasi ini akan memperkuat hubungan akademik dan riset, serta memberikan ruang bagi pertukaran pengetahuan dan inovasi lintas negara,” kata Prof. Jiang.
Kedua belah pihak turut melanjutkan diskusi mengenai potensi kerja sama yang sebelumnya telah dibahas, termasuk pemetaan peluang riset bersama serta pengembangan pusat riset yang saling terhubung. Pada kesempatan yang sama, delegasi Tsinghua University juga melakukan audiensi dengan Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T.
ITB dan Tsinghua University menyatakan komitmen untuk melanjutkan dialog teknis guna menyusun peta jalan kolaborasi jangka panjang. Rencana tersebut mencakup pengembangan riset bersama di bidang strategis, pertukaran peneliti dan mahasiswa, penyelenggaraan program pendidikan kolaboratif, serta penguatan ekosistem inovasi melalui pengembangan science techno park.
Kedua institusi juga melihat potensi besar untuk memperkuat riset keberlanjutan, teknologi kesehatan, serta pengembangan platform riset berbasis AI.

