Isu pemangkasan karyawan atau pemutusan hubungan kerja (PHK) terus berembus sejak peresmian pembelian aset PT Tokopedia milik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) oleh TikTok senilai US$1,5 miliar pada 11 Desember 2023. Terbaru, beredar kabar PHK yang disebut menimpa 420 karyawan dalam dua bulan.
Hingga artikel ini dimuat, juru bicara TikTok Tokopedia belum memberikan respons saat dimintai klarifikasi pada Senin (25/8/2025). Sebelumnya, ketika isu PHK muncul pada Juni 2025, perwakilan TikTok Tokopedia di Indonesia menyatakan perusahaan secara teratur mengevaluasi kebutuhan bisnis dan melakukan penyesuaian organisasi untuk memperkuat operasional serta meningkatkan layanan kepada pelanggan.
Sinyal restrukturisasi disebut telah muncul sebagai konsekuensi dari perjanjian investasi induk TikTok, ByteDance, atas 75,1% saham Tokopedia. Setelah aliansi dan penyatuan Tokopedia dengan TikTok Shop, ByteDance sebagai pemilik mayoritas dikabarkan akan melakukan PHK putaran pertama.
Pada akhir semester I 2024, dilaporkan sekitar 450 karyawan—setara 9% dari total staf—terdampak PHK. Informasi tersebut dikutip dari pihak-pihak yang mengetahui persoalan ini.
Kabar lain menyebut porsi karyawan yang terdampak bisa lebih besar, bahkan hingga 70%. Namun, jumlah finalnya disebut masih dalam pembahasan dan dapat berubah seiring perubahan kondisi.

