BERITA TERKINI
Iran: Diplomasi Jadi Jalur Utama Lindungi Kepentingan Nasional Jelang Pembicaraan dengan AS di Oman

Iran: Diplomasi Jadi Jalur Utama Lindungi Kepentingan Nasional Jelang Pembicaraan dengan AS di Oman

Iran menegaskan tidak akan melewatkan kesempatan untuk melindungi kepentingan nasionalnya sekaligus menjaga perdamaian kawasan melalui jalur diplomasi. Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, melalui platform media sosial X pada Kamis (5/2), menjelang pembicaraan Iran–Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan berlangsung di Muscat, ibu kota Oman.

Baghaei menyebut delegasi Iran yang dipimpin Menteri Luar Negeri Seyyed Abbas Araghchi telah berangkat ke Muscat untuk melangsungkan pembicaraan pada Jumat (6/2). Menurutnya, pertemuan itu ditujukan untuk mencapai “sebuah kesepahaman yang adil, saling dapat diterima, dan bermartabat” terkait isu nuklir.

Iran juga menyatakan harapannya agar Washington turut terlibat dalam proses tersebut “dengan tanggung jawab, sikap realistis, dan keseriusan,” tulis Baghaei.

Pembicaraan ini diperkirakan berlangsung di tengah ketegangan yang masih tinggi antara Teheran dan Washington. Delegasi AS disebut akan dipimpin utusan khusus Presiden AS, Steve Witkoff.

Dalam beberapa waktu terakhir, Washington memberi sinyal bahwa opsi militer tetap terbuka apabila upaya diplomatik dengan Teheran tidak membuahkan hasil. Hal itu muncul bersamaan dengan laporan mengenai pengerahan Angkatan Laut AS yang diperluas di Timur Tengah. Sementara itu, pejabat Iran memperingatkan bahwa setiap serangan AS dapat memicu konflik regional yang lebih luas.