BERITA TERKINI
Insiden Udara di Laut China Selatan Memanaskan Hubungan China–Australia

Insiden Udara di Laut China Selatan Memanaskan Hubungan China–Australia

Hubungan China dan Australia kembali memanas setelah terjadi insiden di udara di atas Laut China Selatan yang melibatkan jet tempur China dan pesawat pengintai milik Australia.

Pemerintah Australia mengecam tindakan militer China yang dinilai “tidak aman” dalam peristiwa tersebut. Australia menyebut sebuah jet tempur China menjatuhkan suar di dekat pesawat pengintai Poseidon milik Canberra saat keduanya mengudara.

Menurut Departemen Pertahanan Australia, pesawat pengintai Poseidon sedang melakukan patroli pengintaian di atas Laut China Selatan pada Minggu (19/10) ketika didekati satu unit jet tempur China. Australia menyatakan jet tersebut melepaskan suar “dalam jarak dekat”, yang dinilai membahayakan awak pesawat.

Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengatakan setelah meninjau insiden itu secara cermat, pihaknya menilai tindakan tersebut tidak aman dan tidak profesional. Marles menyebut Australia telah mengangkat insiden itu kepada diplomat China di Canberra dan Beijing, serta menegaskan Australia akan terus melaksanakan latihan kebebasan navigasi di kawasan tersebut.

Insiden ini disebut menjadi babak terbaru dari serangkaian ketegangan antara kedua negara di wilayah udara dan jalur pelayaran Asia yang semakin diperebutkan. Tahun lalu, Australia juga melaporkan kejadian serupa ketika jet tempur China menjatuhkan suar di jalur penerbangan helikopter Seahawk milik Australia di wilayah udara internasional. Selain itu, pada 2023 sebuah kapal penghancur China dituduh menggunakan sinyal sonar terhadap penyelam angkatan laut Australia di lepas pantai Jepang, yang disebut menyebabkan cedera ringan.

Di sisi lain, Pemerintah China melayangkan “protes keras” kepada Australia terkait insiden terbaru tersebut. Beijing menuduh pesawat militer Australia telah melanggar wilayah udaranya di atas Kepulauan Xisha, sebutan China untuk Kepulauan Paracel. Militer China menyatakan telah mengambil “tindakan pencegahan efektif” dan menyebut pesawat Australia telah “secara ilegal melanggar” wilayah udara China.

Kementerian Pertahanan China juga mengecam pernyataan Australia dan menuding Canberra memutarbalikkan fakta serta mengalihkan kesalahan kepada China. Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Jiang Bin, menyatakan pihaknya “sangat tidak puas” dan telah mengajukan protes keras kepada Australia. Jiang menilai Australia secara keliru menuduh China melakukan tindakan tidak aman, serta mendesak Canberra menghentikan tindakan yang disebutnya melanggar hukum, provokatif, dan mengada-ada.

Jiang menambahkan militer China akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan nasional.

China mengklaim hampir seluruh perairan Laut China Selatan, meski putusan internasional pada 2016 menyimpulkan klaim Beijing tersebut tidak memiliki dasar hukum.