BERITA TERKINI
Insiden Filipina-China di Laut China Selatan: Satu Awak Kapal Filipina Terluka Akibat Meriam Air

Insiden Filipina-China di Laut China Selatan: Satu Awak Kapal Filipina Terluka Akibat Meriam Air

Manila—Kapal-kapal Filipina dan China kembali terlibat insiden di perairan Laut China Selatan yang disengketakan. Otoritas Filipina melaporkan satu awak kapal terluka pada Selasa (16/9) setelah kapal Penjaga Pantai China menembakkan meriam air di dekat Scarborough Shoal, beting strategis yang kerap menjadi titik ketegangan.

Juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Komodor Jay Tarriela, menyatakan dua kapal China menggunakan meriam air saat mengejar kapal biro perikanan Filipina BRP Datu Gumbay Piang. Menurut Tarriela, kapal tersebut saat itu tengah mengirimkan ransum kepada nelayan Filipina di sekitar Scarborough Shoal.

Penjaga Pantai Filipina menyebut semburan meriam air memecahkan kaca jendela di bagian anjungan kapal. Tarriela mengatakan tindakan itu berlangsung sekitar 29 menit dan mengakibatkan kerusakan, termasuk pecahan kaca di bagian belakang anjungan serta kerusakan pada partisi kabin kapten. Seorang awak dilaporkan mengalami luka akibat pecahan kaca yang ditimbulkan oleh meriam air.

Di sisi lain, dalam pernyataan terpisah yang dirilis Selasa (16/9) malam, Penjaga Pantai China menuduh kapal Filipina “secara sengaja menabrak” kapal mereka. China juga mengklaim telah mengambil “tindakan pengendalian” terhadap beberapa kapal yang disebut “bersikeras menginvasi perairan teritorial China di Huangyan Dao”, nama yang digunakan Beijing untuk Scarborough Shoal.

Video yang menyertai pernyataan China memperlihatkan sebuah kapal Filipina yang berada di antara dua kapal Penjaga Pantai China, lalu melakukan kontak dengan salah satu kapal China setelah terkena meriam air.

Tarriela menyatakan kapal Filipina kemudian bergerak ke posisi yang lebih aman menjauhi area Scarborough Shoal usai insiden. Ia juga menyebut kejadian tersebut menyebabkan korsleting di atas kapal.

Insiden terbaru ini menambah daftar konfrontasi antara Filipina dan China di jalur perairan penting tersebut. Laut China Selatan hampir seluruhnya diklaim Beijing, meskipun terdapat putusan internasional yang menyatakan klaim China tidak memiliki dasar hukum. Bulan lalu, sebuah kapal Angkatan Laut China dilaporkan bertabrakan dengan kapal Penjaga Pantai China lainnya saat mengejar kapal patroli Filipina di dekat Scarborough Shoal.