BERITA TERKINI
ING: Risiko Kenaikan Harga Gas Eropa Meningkat di Tengah Ancaman Pengalihan Pasokan Rusia dan Gangguan LNG

ING: Risiko Kenaikan Harga Gas Eropa Meningkat di Tengah Ancaman Pengalihan Pasokan Rusia dan Gangguan LNG

Analis ING, Warren Patterson dan Ewa Manthey, memperingatkan risiko kenaikan harga gas di Eropa semakin besar setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengisyaratkan kemungkinan pengalihan pasokan gas dari Uni Eropa (UE). Peringatan ini muncul di saat pasar juga menghadapi gangguan aliran LNG global dari kawasan Teluk Persia.

Menurut Patterson dan Manthey, sinyal dari Putin berpotensi memicu pembukaan perdagangan yang kuat di pasar gas Eropa. Meski aliran gas Rusia ke UE telah menurun signifikan dalam beberapa tahun terakhir, mereka menilai ancaman tersebut tetap menambah tekanan pada keseimbangan pasokan Eropa, terutama ketika gangguan pasokan dari Teluk Persia masih berlangsung.

ING mencatat, aliran gas Rusia ke UE diperkirakan akan mulai menurun lebih lanjut secara bertahap mulai April 2026 hingga akhir 2027, seiring larangan impor gas Rusia oleh UE. Dengan kondisi tersebut, risiko terhadap keseimbangan pasokan Eropa dinilai meningkat.

Di sisi lain, kondisi penyimpanan gas UE juga disebut ketat. ING menyebut tingkat penyimpanan saat ini kurang dari 30% penuh, berada di sekitar level yang terlihat pada periode yang sama pada 2022.

ING menyoroti besarnya paparan impor UE terhadap gas Rusia. Pada 2025, UE mengimpor hampir 38 miliar meter kubik gas alam/LNG dari Rusia, atau sekitar 12% dari total impor gas/LNG UE. Dari jumlah itu, sekitar 20 miliar meter kubik berupa LNG dan 18 miliar meter kubik berasal dari aliran pipa melalui Turkstream.

Patterson dan Manthey menilai arus LNG menjadi risiko utama. Dalam kondisi normal, penyesuaian arus perdagangan di pasar LNG global dapat terjadi seiring waktu. Namun, mereka menekankan bahwa dengan dampak sebesar 110 miliar meter kubik per tahun dari Teluk Persia saat ini, penyesuaian tersebut akan menjadi tantangan bagi Eropa.

ING menyimpulkan, perkembangan ini berpotensi memperburuk kegelisahan pasokan di pasar gas Eropa dan membuka peluang kenaikan jangka pendek bagi harga TTF, terutama jika pasar masih harus menghadapi gangguan pasokan LNG dari Teluk Persia.