BERITA TERKINI
Indonesia Intensifkan Diplomasi dengan Iran untuk Pastikan Kapal PIS Aman Melintasi Selat Hormuz

Indonesia Intensifkan Diplomasi dengan Iran untuk Pastikan Kapal PIS Aman Melintasi Selat Hormuz

JAKARTA — Pemerintah Indonesia terus melakukan pendekatan diplomasi intensif dengan Iran guna memastikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas kapal Indonesia di Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni Kapal Gamsunoro dan kapal tanker pengangkut minyak jenis VLCC Pertamina Pride, dilaporkan masih tertahan di kawasan Timur Tengah dan menunggu kondisi yang dinilai aman untuk keluar dari Selat Hormuz seiring eskalasi situasi keamanan.

Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan pemerintah melalui KBRI Tehran terus melakukan diplomasi dengan otoritas Iran agar kapal Indonesia dapat melintas dengan aman.

“Kita terus melakukan pendekatan diplomasi intensif dengan otoritas Iran, guna memastikan kapal kita dapat melewati Selat Hormuz dengan aman,” kata Yvonne dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (13/3).

Ia menegaskan, prioritas utama pemerintah adalah keselamatan warga negara Indonesia. “Konsentrasi nomor satu keselamatan para WNI kita,” ujarnya.

Ketegangan di kawasan disebut meningkat setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang menurut Teheran menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Ali Khamenei, mantan pemimpin tertinggi, serta lebih dari 150 siswi. Setelah itu, Iran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Teheran juga dilaporkan memperketat Selat Hormuz sejak 1 Maret. Selat ini merupakan jalur pelayaran sempit yang mengangkut sekitar 20 juta barel minyak per hari dan sekitar 20 persen dari perdagangan gas alam cair global.

Dalam perkembangan terbaru, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dalam pernyataan yang dibacakan presenter televisi pemerintah pada Kamis, menyatakan pasukan Iran harus menjaga Selat Hormuz tetap tertutup.

Yvonne menambahkan, komunikasi dengan pihak Iran terus dilakukan mengingat krusialnya isu tersebut. “Dubes kita di Tehran terus berkomunikasi dengan Kemlu Iran dan otoritas terkait mengenai hal ini. Kita akan terus push pendekatan diplomatik yang intensif terkait isu yang spesifik ini, karena ini isu yang sangat krusial,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyampaikan bahwa Indonesia memandang akses transportasi laut di Selat Hormuz penting bagi dunia.

Ia juga menilai situasi di Timur Tengah menimbulkan dampak luas bagi berbagai negara. Indonesia, kata Nabyl, berharap Amerika Serikat dan Israel menghentikan serangan terhadap Iran, dan Iran menghentikan serangannya terhadap negara-negara di kawasan, serta mendorong penyelesaian secara damai.