BERITA TERKINI
Indonesia di Pusaran Persaingan Mineral Kritis AS-China: Peluang Bangun Industri atau Sekadar Barter Jangka Pendek

Indonesia di Pusaran Persaingan Mineral Kritis AS-China: Peluang Bangun Industri atau Sekadar Barter Jangka Pendek

Indonesia berada dalam posisi strategis sekaligus rawan di tengah persaingan global memperebutkan mineral kritis, komoditas yang dinilai vital bagi transformasi energi dan industri dunia. Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, dua kekuatan ekonomi utama, disebut tengah berlomba mengamankan pasokan mineral tersebut.

Dalam konteks itu, AS dilaporkan menekan Indonesia agar memberikan akses istimewa terhadap sumber daya mineral kritis sebagai bagian utama dari negosiasi perjanjian dagang. Namun, hingga kini belum jelas tawaran konkret apa yang akan diberikan pemerintah Indonesia kepada AS dalam proses tersebut.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap hubungan Indonesia dengan Tiongkok, yang selama ini dinilai telah terjalin lebih erat. Pemberian konsesi mineral kritis kepada AS dikhawatirkan berimplikasi pada dinamika hubungan dengan Beijing.

Di sisi lain, terdapat harapan agar Indonesia dapat memanfaatkan posisi mineral kritis sebagai alat tawar strategis untuk membangun industri domestik yang kuat, bukan sekadar terjebak dalam skema barter jangka pendek. Pemanfaatan yang tepat dipandang dapat menjadi pijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Isu ini menjadi sorotan dalam edisi Februari 2026 Bloomberg Businessweek Indonesia, yang menyoroti peluang besar yang dinilai perlu dimanfaatkan secara optimal oleh pengelola negara.

Selain membahas perebutan mineral kritis, edisi terbaru Bloomberg Businessweek Indonesia juga mengulas laporan mendalam bertajuk “Serbuan Rokok Gelap dari Madura”. Liputan tersebut memotret fenomena rokok ilegal tanpa pita cukai yang disebut membanjiri berbagai daerah dan bahkan diperjualbelikan secara terbuka, di tengah keluhan para petani tembakau serta wacana kenaikan tarif cukai yang terus bergulir.