BERITA TERKINI
Impor AS dari China Merosot, Vietnam hingga Meksiko Berebut Pangsa Pasar

Impor AS dari China Merosot, Vietnam hingga Meksiko Berebut Pangsa Pasar

JAKARTA — Impor Amerika Serikat (AS) dari China mengalami penurunan tajam sejak 2018. Delapan dari sepuluh produk impor unggulan AS dari China pada 2018 kini tercatat turun lebih dari 50%, bahkan lima di antaranya merosot lebih dari 60%.

Penurunan tersebut terjadi di tengah ketegangan dagang AS–China yang terus meningkat sejak Presiden Donald Trump memulai masa jabatan keduanya. Trump dan Presiden China Xi Jinping dikabarkan berpeluang bertemu pekan depan di Korea Selatan, meski rencana itu disebut belum pasti. Pertemuan itu dinilai dapat menjadi momen penting untuk menentukan arah baru perang dagang yang kian kompleks.

Data terbaru Biro Statistik AS menunjukkan defisit perdagangan AS dengan China turun 52,94% dari 2018 hingga 2025, dari US$296,54 miliar menjadi US$194,98 miliar. Namun pada saat yang sama, defisit perdagangan global AS justru membengkak dan mencapai rekor baru sebesar US$809,29 miliar hingga Juli, atau naik hampir 30% dibanding periode yang sama pada 2018.

Porsi China dalam total impor AS juga menyusut tajam. Pada 2018, China menyumbang sekitar 20,49% impor AS, sementara kini kontribusinya turun menjadi 9,42%.

Meski demikian, berkurangnya impor dari China tidak otomatis berarti AS mengurangi ketergantungan pada barang manufaktur luar negeri. Sejumlah produk yang sebelumnya berlabel “Made in China” kini banyak berganti menjadi “Made in Vietnam”, “Made in India”, “Made in Taiwan”, dan “Made in Cambodia”. Kondisi ini turut memicu tudingan dari pemerintahan Trump bahwa Beijing memanfaatkan aturan asal barang untuk mengelabui tarif impor, termasuk ancaman penerapan tarif 40% bagi produk hasil transshipment.

Analisis terhadap sepuluh kategori impor terbesar AS dari China menunjukkan sebagian produksi telah bergeser ke negara-negara Asia lain dan Meksiko. Dalam kategori ponsel dan perangkat terkait, impor dari China turun 55,43% dari US$36,21 miliar (2018 YTD) menjadi US$16,14 miliar (2025 YTD). Vietnam, India, dan Thailand disebut mengambil alih sebagian pangsa pasar.

Penurunan lebih dalam terlihat pada kategori komputer dan komponen komputer. Impor komputer dari China turun 67,35% dari US$28,76 miliar menjadi US$9,39 miliar, sedangkan komponen komputer turun 67,50% dari US$11,14 miliar menjadi US$3,62 miliar. AS disebut kini lebih banyak mengimpor produk sejenis dari Taiwan, Vietnam, dan Malaysia yang berperan dalam rantai pasok semikonduktor serta pusat data untuk industri kecerdasan buatan.

Kategori lain juga mengalami penurunan besar, antara lain furnitur dan bagiannya yang turun 62,90%, kursi (di luar kursi barber dan dental) turun 52,86%, televisi dan monitor komputer turun 57,97%, serta lampu dan suku cadangnya turun 65,43%. Vietnam disebut menjadi salah satu negara yang paling diuntungkan dari pergeseran ini, bersama Meksiko yang memperluas perannya seiring keberadaan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (USMCA).

Di antara sepuluh kategori terbesar tersebut, hanya mainan, sepeda anak, dan permainan yang masih mencatat kenaikan tipis impor dari China sebesar 2,15%. Meski demikian, pangsa pasar China di kategori itu turun dari 82,37% menjadi 67,76%. Pada April lalu, Trump menyinggung potensi dampak tarif terhadap produk mainan dengan menyatakan, “Yah, mungkin anak-anak akan memiliki dua boneka, bukan 30 boneka.”

Sejumlah analis menilai kondisi ini menunjukkan upaya pemisahan (de-coupling) ekonomi AS–China berhasil sebagian. Namun dampaknya terhadap defisit perdagangan global AS dinilai bergerak berlawanan arah. Produksi memang menjauh dari China, tetapi tidak kembali ke AS, melainkan berpindah ke negara-negara berkembang lain yang kemudian mengekspor produk serupa ke pasar AS.

Tantangan berikutnya bagi AS adalah memastikan pergeseran tersebut bukan sekadar perubahan label asal barang, melainkan restrukturisasi nyata rantai pasok global—isu yang berpotensi menjadi salah satu topik utama apabila pertemuan Trump dan Xi benar-benar terlaksana pekan depan.