Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global di tengah perang di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Langkah ini diambil seiring meningkatnya tekanan terhadap aktivitas ekonomi dunia.
IMF menilai dampak konflik tersebut terhadap pasar bersifat masif. Kondisi itu turut memperbesar ketidakpastian dan menambah beban bagi perekonomian global.