BERITA TERKINI
IMF: Konflik di Timur Tengah Tekan Ekonomi Global, Pasokan Minyak dan LNG Terganggu

IMF: Konflik di Timur Tengah Tekan Ekonomi Global, Pasokan Minyak dan LNG Terganggu

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva menyatakan konflik di Timur Tengah telah menimbulkan kesulitan besar di berbagai negara dan kembali menguji ketahanan ekonomi dunia. Pernyataan itu disampaikan dengan merujuk pada gencatan senjata yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurut Georgieva, salah satu dampak negatif utama dari konflik tersebut adalah guncangan terhadap pasokan global. Ia menyebut distribusi minyak berkurang sekitar 13% per hari, sementara gas alam cair (LNG) turun sekitar 20% per hari.

Gangguan pasokan itu, lanjutnya, diperkirakan dapat memicu penutupan kilang serta meningkatkan risiko krisis bahan bakar dan pangan. Georgieva juga mengingatkan bahwa karena guncangan ini bersifat negatif terhadap pasokan, penyesuaian permintaan tidak dapat dihindari.

Sebelumnya, pada Selasa, 7 April 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran. Setelah pengumuman tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.

Selat Hormuz merupakan jalur penting yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak, produk minyak bumi, dan LNG global. Pembukaan kembali jalur ini dipandang sebagai perkembangan positif setelah konflik terbaru di kawasan tersebut.

Konflik yang dimaksud dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah, serta membatasi lalu lintas di Selat Hormuz yang memicu gangguan pasokan dan lonjakan harga energi secara global.