Washington — Badan Energi Internasional (IEA), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Dunia mengeluarkan peringatan bersama bahwa harga bahan bakar dan pupuk diperkirakan akan bertahan tinggi dalam jangka waktu panjang. Peringatan itu disampaikan di tengah upaya pemulihan perdagangan global setelah konflik di Timur Tengah.
Dalam pernyataan yang dikutip Rabu (15/4/2026), ketiga lembaga tersebut menilai kondisi ini tetap berlanjut meskipun aliran perdagangan melalui Selat Hormuz telah kembali normal. Mereka menyebut gangguan rantai pasok dan kerusakan infrastruktur akibat perang di kawasan sebagai faktor utama yang menahan penurunan harga.
Menurut mereka, dampak konflik bersifat global, signifikan, dan tidak merata. Gangguan yang terjadi turut memperlambat pemulihan ekonomi dunia, sementara proses pemulihan perdagangan internasional dinilai akan membutuhkan waktu.
Negara pengimpor energi serta negara berpendapatan rendah disebut sebagai pihak yang paling terdampak. Ketiga institusi itu juga memperingatkan bahwa efek lanjutan diperkirakan merambat ke berbagai sektor, termasuk energi, pangan, dan pariwisata.
Dalam pernyataan yang sama, IEA, IMF, dan Bank Dunia menegaskan komitmen untuk terus memantau perkembangan serta mengoordinasikan dukungan kepada negara-negara anggota. “Tim kami bekerja sama erat, termasuk di tingkat negara, untuk memanfaatkan keahlian masing-masing dan membantu negara-negara melalui kebijakan yang disesuaikan serta dukungan finansial bila diperlukan,” demikian isi pernyataan tersebut.
Langkah koordinasi itu ditujukan untuk mendorong pemulihan ekonomi global yang lebih stabil dan tangguh, sekaligus mendukung terciptanya pertumbuhan dan lapangan kerja.