Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan bahwa sebanyak 12 negara bersiap mengajukan pinjaman baru untuk menghadapi krisis yang dipicu perang di Timur Tengah. Langkah ini mencerminkan meningkatnya tekanan ekonomi yang dirasakan sejumlah negara akibat situasi tersebut.
IMF memperkirakan dukungan pembiayaan yang dibutuhkan melalui pengajuan pinjaman itu dapat mencapai sekitar US$50 miliar. Namun, rincian mengenai negara-negara yang dimaksud maupun skema pinjaman yang akan ditempuh tidak dijelaskan dalam informasi tersebut.
Pernyataan IMF ini menandai besarnya kebutuhan pendanaan tambahan di tengah memburuknya kondisi ekonomi yang terkait dampak konflik, sekaligus menunjukkan peran lembaga keuangan internasional dalam menyediakan dukungan bagi negara-negara yang terdampak.