Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Rabu (15/10/2025). IHSG turun 0,19% ke level 8.051,17, melanjutkan tren pelemahan sejak awal pekan ini.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan pelaku pasar tengah mencermati kebijakan tarif dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Ia menilai perhatian investor meningkat seiring memanasnya ketegangan kedua negara menjelang pertemuan yang dinanti antara Donald Trump dan Xi Jinping pada akhir bulan ini.
Dari sisi sektoral, berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor saham terkoreksi. Sektor teknologi mencatat penurunan terdalam sebesar 3,65%, disusul sektor transportasi yang turun 2,82% dan sektor industri yang melemah 0,71%.
Sementara itu, tiga sektor mencatat penguatan. Sektor keuangan dan infrastruktur masing-masing naik 0,56%, diikuti sektor barang konsumen primer yang menguat 0,54%.
Data RTI Business menunjukkan frekuensi perdagangan di bursa domestik mencapai 2,69 juta kali transaksi. Total volume saham yang berpindah tangan tercatat 36,16 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp29,96 triliun.
Pergerakan saham didominasi pelemahan. Sebanyak 449 saham ditutup turun, 232 saham menguat, dan 122 saham stagnan.
Untuk jajaran saham dengan penurunan terbesar, emiten berkode POLU menjadi top loser setelah anjlok 14,99%. Selanjutnya PPRI dan UANG masing-masing turun 14,90%.
Di sisi lain, emiten TRJA memimpin daftar top gainer dengan kenaikan 27,74%. GZCO dan MRAT menyusul dengan penguatan yang sama, masing-masing naik 25%.
Berbeda dengan IHSG, bursa saham utama di kawasan Asia bergerak di zona hijau pada sore hari. Indeks Nikkei naik 1,76% ke 47.672,67; Hang Seng menguat 1,84% ke 25.910,60; Shanghai naik 1,22% ke 3.912,20; dan Strait Times bertambah 0,32% ke 4.368,42.

