BERITA TERKINI
ID Food Lakukan Ekspor Perdana Bunga Pala ke India, Bidik Pengiriman Rutin

ID Food Lakukan Ekspor Perdana Bunga Pala ke India, Bidik Pengiriman Rutin

Pemerintah mendorong penguatan ketahanan ekonomi nasional melalui peningkatan ekspor produk unggulan. Holding BUMN Pangan ID Food mewujudkan langkah tersebut dengan melakukan ekspor perdana bunga pala (mace) ke India sebagai upaya memperluas pasar global.

SEVP Bisnis dan PSO ID Food, Yosdian Adi Pramono, mengatakan penguatan ekspor menjadi langkah strategis di tengah dinamika dan tantangan ekonomi global. Menurutnya, ekspor dapat membantu menjaga stabilitas sektor pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Dalam pengiriman awal ini, bunga pala dipasok oleh mitra lokal RHA Semesta Berjaya dan dikirim kepada importir NS Impex di India. Di negara tujuan, komoditas tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan bumbu masak, obat herbal, hingga essential oil, sebagaimana disampaikan Yosdian dalam keterangan tertulis pada Kamis, 9 April 2026.

Yosdian menyebut, tahap pertama ekspor dilakukan sebanyak satu kontainer dari total kontrak 40 kontainer. Pengiriman direncanakan berlangsung berkelanjutan dengan target pengiriman reguler dua kontainer 20 feet setiap bulan.

Selain bunga pala, ID Food juga menjajaki potensi ekspor komoditas lain ke pasar India, seperti buah pinang, kunyit, dan temulawak, yang dinilai memiliki peluang pasar cukup besar.

ID Food menargetkan ekspor komoditas serupa pada bulan ini seiring penguatan sourcing bahan baku bunga pala maupun komoditas lain seperti pinang. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok dan memberikan nilai tambah bagi petani serta pengusaha lokal.

Menurut Yosdian, ekspor ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat peran Indonesia sebagai salah satu produsen rempah dunia sekaligus membuka peluang pasar baru. Ia menilai, kolaborasi dengan mitra lokal menjadi kunci untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan pasokan.

Data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan Indonesia merupakan salah satu produsen utama pala dunia dengan menguasai 70–75 persen produksi dan nilai ekspor mencapai USD185,32 juta. Permintaan pala juga disebut terus meningkat untuk kebutuhan industri makanan, farmasi, dan kosmetik.

Yosdian menambahkan, peluang tersebut terus dioptimalkan melalui penguatan ekosistem bisnis berbasis kemitraan. Ia menyebut keterlibatan ID Food diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan petani, memperluas akses pasar bagi produk lokal, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar pangan global.