BERITA TERKINI
Hungaria Minta Uni Eropa Cabut Larangan Energi Rusia, Nilai Ancam Keamanan Pasokan

Hungaria Minta Uni Eropa Cabut Larangan Energi Rusia, Nilai Ancam Keamanan Pasokan

Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria, Peter Szijjarto, meminta Uni Eropa mencabut kebijakan pembatasan energi dari Rusia. Ia menilai aturan tersebut berisiko mengancam keamanan energi, meningkatkan biaya, serta menyulitkan pemerintah Hungaria dalam menjalankan kebijakan pengendalian harga listrik dan gas.

Menurut Szijjarto, tanpa pasokan energi dari Rusia, Hungaria akan terdorong mengandalkan alternatif yang lebih mahal dan dinilai kurang stabil. Kondisi itu, kata dia, dapat memengaruhi kemampuan negara tersebut dalam menjamin ketersediaan energi bagi warganya.

Kebijakan Uni Eropa yang dipersoalkan Hungaria berkaitan dengan REPowerEU, yaitu paket langkah untuk mengurangi ketergantungan pada energi Rusia setelah pecahnya konflik antara Moskow dan Kyiv. Dalam peta jalannya, Uni Eropa menargetkan penghentian impor gas Rusia secara penuh mulai 2027.

REPowerEU juga disebut sebagai dasar pelarangan bagi negara-negara anggota Uni Eropa untuk membeli minyak mentah dan gas alam dari Rusia. Szijjarto berpendapat kebijakan tersebut melampaui wewenang Komisi Eropa, melanggar hak negara anggota untuk menentukan sumber energi, serta bertentangan dengan prinsip solidaritas energi Uni Eropa.

Ia memperkirakan proses hukum terkait gugatan dapat berlangsung sekitar 18 bulan hingga dua tahun. Namun, kelanjutan gugatan itu disebut bergantung pada hasil pemilihan umum Hungaria yang dijadwalkan pada 12 April.

Di sisi lain, Dewan Uni Eropa baru-baru ini menyetujui larangan impor gas alam dan gas alam cair (LNG) dari Rusia ke dalam blok tersebut, termasuk melalui pipa. Ketentuan itu dijadwalkan berlaku penuh mulai Januari 2027 untuk LNG dan mulai Musim Gugur 2027 untuk gas alam melalui pipa.