Harga minyak menguat setelah mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Juni. Penguatan ini didorong meningkatnya optimisme bahwa Amerika Serikat dan China dapat mencapai kesepakatan dagang pada pekan ini, yang dinilai berpotensi memperbaiki prospek permintaan.
Minyak Brent diperdagangkan naik di atas US$66 per barel setelah melonjak 7,6% pada pekan lalu. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran mendekati US$62 per barel.
Negosiator perdagangan utama dari AS dan China menyatakan telah mencapai kesepakatan pada sejumlah poin yang sebelumnya menjadi sumber perbedaan. Perkembangan tersebut membuka jalan bagi Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk menuntaskan kesepakatan dan meredakan ketegangan dagang yang sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap permintaan di dua negara, yang merupakan konsumen minyak mentah terbesar.
Pada pekan lalu, harga minyak juga bangkit dari level terendah lima bulan. Rebound terjadi setelah sanksi baru AS terhadap dua produsen terbesar Rusia membantu meredakan kekhawatiran pasar atas potensi surplus pasokan global yang meningkat.

