BERITA TERKINI
Guterres Sesalkan Serangan ke Iran: Peluang Diplomasi Nuklir Dinilai Terbuang

Guterres Sesalkan Serangan ke Iran: Peluang Diplomasi Nuklir Dinilai Terbuang

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan keprihatinannya bahwa serangan terhadap Iran telah membuat peluang diplomasi dari perundingan nuklir yang sedang berjalan “disia-siakan”.

Pernyataan itu disampaikan Guterres dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB mengenai situasi Iran yang digelar di Markas PBB, New York, Sabtu waktu setempat. Ia menyoroti bahwa serangan Amerika Serikat dan Israel terjadi setelah putaran ketiga perundingan tak langsung antara AS dan Iran yang ditengahi Oman.

Guterres juga menyebut adanya persiapan untuk pembicaraan teknis di Wina, Austria, pada pekan depan, yang direncanakan dilanjutkan dengan babak baru pembicaraan politik sebagai kelanjutan dari negosiasi AS-Iran.

Dalam forum tersebut, Guterres mendesak deeskalasi segera dan penghentian permusuhan di Timur Tengah. Ia meminta semua pihak yang terlibat konflik kembali ke meja perundingan.

“Saya menyerukan deeskalasi dan penghentian permusuhan segera. Jika tidak, yang terjadi adalah konflik yang lebih luas dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas kawasan,” kata Guterres.

Ia menambahkan, semua langkah perlu ditempuh untuk memastikan eskalasi tidak terjadi lagi. Guterres juga mengakui telah menerima laporan bahwa Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Iran secara terpisah telah berkomunikasi dengan mitra di Timur Tengah.

Guterres turut menyerukan semua negara anggota PBB untuk mematuhi hukum internasional, termasuk Piagam PBB. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan warga sipil sesuai hukum humaniter internasional serta perlunya menjamin keamanan nuklir.

Pada Sabtu pagi (28/2) waktu setempat, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa warga sipil.

Iran kemudian melancarkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dikonfirmasi gugur akibat serangan rudal AS-Israel terhadap tempat kerjanya. Menyusul wafatnya Khamenei, pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan libur kerja selama seminggu.

Sementara itu, Presiden Trump dalam wawancara bersama CBS News berseloroh bahwa perundingan dengan Iran “akan semakin mudah dibanding hari sebelumnya” setelah AS berhasil menewaskan Ali Khamenei.