Negeri Seith, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, menjadi titik temu jajaran Pemerintah Provinsi Maluku dengan tokoh adat Jazirah Leihitu dalam upaya memperkuat simpul persaudaraan. Kegiatan tersebut berlangsung dalam kunjungan kerja Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang dirangkai dengan agenda buka puasa bersama masyarakat, Minggu, 15 Maret 2026.
Pertemuan itu disebut difokuskan sebagai ruang koordinasi informal untuk memperkuat hubungan antara otoritas pemerintah daerah dan warga di tingkat akar rumput. Dalam arahannya, Lewerissa menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen membangun komunikasi dua arah.
Ia mengajak warga menjadikan semangat Ramadan sebagai modal sosial dalam merawat kerukunan di Maluku, termasuk di wilayah yang dikenal sebagai Negeri Para Raja. Menurutnya, Ramadan tidak hanya dipahami sebagai ritual keagamaan, tetapi juga memiliki fungsi sosial untuk memperkuat kebersamaan dan persaudaraan.
“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa hadir buka puasa bersama dengan warga Negeri Seith sebagai wujud perhatian pemerintah dalam menjalin tali silaturahmi,” ujar Lewerissa di hadapan tokoh masyarakat setempat.
Gubernur juga menekankan bahwa Ramadan memberi kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki hubungan sosial. Ia menilai esensi bulan suci perlu diterjemahkan menjadi peningkatan kepedulian sosial serta semangat gotong-royong dalam membangun daerah.
“Salah satu hikmah terbesar Ramadan adalah kesempatan untuk melakukan introspeksi. Ramadan mengingatkan kita untuk kembali kepada Allah SWT, memperbaiki hubungan dengan-Nya serta memperkuat hubungan dengan sesama manusia,” tambahnya.
Di hadapan para raja se-Jazirah Leihitu, Lewerissa mengajak masyarakat mengawal program-program strategis pemerintah daerah demi mendorong kesejahteraan bersama. Ia menegaskan percepatan pembangunan di Maluku tidak dapat dicapai tanpa sinkronisasi dan dukungan dari masyarakat.
“Keberhasilan pemerintah daerah tidak dapat dicapai tanpa adanya dukungan dan sinergitas dari berbagai elemen,” tegasnya.
Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Lewerissa turut menitipkan pesan agar keamanan dan kondusivitas wilayah tetap terjaga. Ia mendorong warga terus merawat kearifan lokal hidop orang basudara sebagai benteng sosial di Maluku.
“Mari terus kita rawat kebersamaan dalam bingkai persaudaraan sejati, saling mengasihi, serta menjaga persatuan demi Maluku yang lebih baik,” ucapnya.
Menutup rangkaian acara, Gubernur menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada masyarakat Jazirah Leihitu dan berharap ibadah selama Ramadan berdampak pada perubahan perilaku sosial yang lebih positif.
Agenda tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda dan pejabat terkait, termasuk Kapolda Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, para Asisten Setda, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta para raja di wilayah Jazirah Leihitu.

