Jakarta — Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Addin Jauharudin menilai langkah Presiden Prabowo Subianto dalam forum Board of Peace (BoP) sebagai strategi diplomasi yang tenang namun tegas. Menurutnya, kehadiran Indonesia di BoP menempatkan Indonesia sebagai “jembatan” dialog di tengah situasi dunia yang terbelah.
“Board of Peace adalah ruang pertemuan para pemimpin dan tokoh dunia untuk membahas resolusi konflik, stabilitas global, dan solusi kemanusiaan. Dalam forum itu, Indonesia datang bukan dengan suara keras, tetapi dengan pesan jelas: perdamaian harus diperjuangkan bersama,” kata Addin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Addin menyampaikan, GP Ansor memandang diplomasi Presiden Prabowo membawa tiga pesan utama. Pertama, dunia membutuhkan dialog, bukan sekadar saling tuding. Kedua, kemanusiaan harus ditempatkan di atas kepentingan politik jangka pendek. Ketiga, stabilitas global menjadi fondasi bagi kesejahteraan semua bangsa, termasuk Indonesia.
Ia juga mengaitkan langkah tersebut dengan sejarah diplomasi Indonesia. Addin menyebut Presiden pertama RI Soekarno pernah mengambil langkah diplomasi yang pada masanya diperdebatkan, namun kemudian dinilai sebagai bagian dari strategi dan keberanian membaca momentum untuk menjaga kepentingan nasional.
Dalam isu Palestina–Israel, Addin mengatakan Presiden Prabowo membawa sikap yang konsisten, yakni mendukung kemerdekaan Palestina, mendorong gencatan senjata permanen, serta memperjuangkan solusi dua negara sesuai hukum internasional. Ia menambahkan, Indonesia tidak hanya menyampaikan sikap, tetapi juga aktif dalam bantuan kemanusiaan.
Menurut GP Ansor, partisipasi Indonesia di BoP bukan sekadar simbol. Addin menilai keikutsertaan itu berkaitan dengan upaya membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai negara yang stabil, berani berbicara soal perdamaian, dan mampu menjadi penengah sehingga diperhitungkan dalam pergaulan global.
Addin menyatakan stabilitas global dapat berdampak pada kelancaran perdagangan, meningkatnya kepercayaan investasi, serta terjaganya masa depan ekonomi. Karena itu, ia menilai diplomasi perdamaian pada akhirnya bermuara pada tujuan kesejahteraan rakyat Indonesia.
GP Ansor, lanjut Addin, meyakini langkah Presiden Prabowo dalam Board of Peace merupakan bagian dari peran Indonesia untuk ikut menjaga ketertiban dunia sebagaimana amanat konstitusi. “Di tengah dunia yang gaduh, Indonesia memilih menjadi suara yang menenangkan. Itulah diplomasi kita,” ujarnya.

